Realisasi Dana Pesantren di Bangkalan Terganjal Juknis

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KEMENAG For KM) Abdul Haris-Kepala Kemenag Bangkalan

KABARMADURA.ID | BANGKALAN – Terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) nomor 82 tahun 2021 tentang Bantuan Dana Penyelenggaraan Pesantren atau Dana Abadi Pesantren disambut baik oleh Kementerian Agama (Kemenag) Bangkalan. Namun masih tersendat dalam pelaksanaannya. Sebab petunjuk teknis (juknis) mengenai penggunaannya belum terbit.

Bahkan anggarannya juga belum turun dari pemerintah pusat. Sedangkan untuk pelaksanaannya nanti, perlu dilakukan pemetaan pondok pesantren (ponpes). Terutama mengenai kriteria ponpes yang berhak mendapatkan dana tersebut. Namun hingga saat ini, masih menunggu regulasi tentang perealisasiannya.

“Kami hanya melakukan persiapan dan sosialisasi terhadap ponpes. Sehingga ketika juknis dan aturan sudah keluar, kami tinggal merealisasikannya. Kemudian setiap ponpes bisa mempersiapkan pengajuan dana tersebut,” ujar Kepala Kemenag Bangkalan Abdul Haris, Rabu (27/10/2021).

Menurutnya, Perpres Nomor 82 tahun 2021 itu masih mengatur pelaksanaan dana secara global. Sehingga perlu adanya regulasi turunan yang mengatur lebih detail tentang penggunaan dana tersebut. Sehingga bisa diketahui secara pasti, terutama mengenai kewajiban setiap ponpes untuk memperoleh dana abadi.

“Jadi kami masih menunggu regulasi turunan dari perpres itu sendiri. Dengan demikian, kami bisa memahami dan mensosialisasikan terhadap setiap ponpes,” ucapnya.

Pihaknya mengaku, belum mengetahui secara detail teknis pelaksanaan di tingkat Kementerian. Bahkan berkenaan dengan penyerahan kepada masyarakat atau pesantren. Sehingga untuk merealisasikannya perlu mempelajari regulasi baru. “Perpres 82 tahun 2021 itu masih mengatur pelaksanaan secara umum. Jadi belum bisa kami paparkan kepada ponpes, terkait detail pelaksanaanya seperti apa,” jelasnya.

Reporter: Fain Nadofatul M.

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *