Realisasi DD/ADD Bidang Proyek Jalan Ditemukan Banyak Bermasalah

  • Bagikan
(FOTO: KM/AULIAFOR KM) SIDAK: Anggota Komisi I DPRD Sampang temukan realisasi pembangunan penampungan air bersih salah perencanaan.

KABARMADURA.ID, SAMPANG-Realisasi anggaran dana desa dan alokasi dana desa (DD/ADD) tahun 2020 di Sampang kembali disoroti oleh Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang.Agar realisasinya tepat sasaran dan bermanfaat untuk masyarakat luas.

Selain itu, karena menerima laporan bahwa pada tahun 2021 ada program kegiatan fisik yang belum tuntas, sehingga bersama Komisi I DPRD menginspeksi realisasinya di semua desa dari 14 kecamata di Sampang.

Dari sidak tersebut, ditemukan realisasi DD/ADD berupapembangunan jalan yang baru selesai dikerjakan sudah rusak. Padahal, saat ini masih awal Januari tahun 2021.

Selain itu, adanya penampungan air bersih yang perencanaannya kurang tapat. Karena, seharusnya penampungan air bersih tersebut berada di tempat yang padat dengan permukiman, tetapi realitanya ada ditempat yang hanya ada segelintir penduduk.

“Kami sidak itu untuk mengecek apakah realisasi DD/ADD ini tepat sasaran, selain itu karena ada laporan bahwa ada desa yang belum selesai mengerjakan kegiatan fisik. Dan untuk temuan ada penampungan air di Desa Gunung Maddah perencanaannya kurang tepat, dan ada beberapa jalan yang sudah rusak, termasuk di Desa Beruh Kecamatan Sampang sudah rusak. Jadi kami akan sisir semua desa di Sampang ini,” tutur Anggota Komisi I DPRD Sampang Aulia Rahman kepada Kabar Madura, Selasa (5/1/2021).

Untuk jalan yang sudah rusak pada awal Januari 2021, dirinya mengaku sudah mempertanyakan kepada pihak kepala desa terkait kualitas bahannya.

Selain itu, Aulia membeberkan, alasan dari kepala desa, penyebab terjadinya kerusakan tersebut akibat faktor alam yang sering hujan dan terdampak banjir. Sehingga, kepala desanya berjanji untuk memperbaiki, karena masih ada waktu pemeliharaan enam bulan.

Baca juga  Positif Covid-19 Meningkat, Inpres dan Perbup di Bangkalan Tidak Bertaji

“Ini jadi tugas Komisi I. Karena kerusakan ini masalah kualiatas pembangunan, atau karena faktor alam, tapi saya memaklumi karena katanya akibat faktor alam, yang sering hujan, dan sudah ada niatan mau diperbaiki,” imbuhnya.

Kendati demikian, untuk desa-desa lainnya sudah dijadwalkan untuk dilakukan sidak, karena akibat adanya wabah Covid-19, DD/ADD rawan dipermainkan, terlebih adanya desa yang enggan menyalurkan BLT-DD tahap sembilan.

Selain itu, karena banyaknya program kelompok masyarakat (pokmas) bersumber dari dana hibah provinsi yang turun di Sampang, sehingga untuk memastikan agar realisasinya tidak tumpang tindih dijadwalkan untuk mengecek semua desa.

“Pokmas di Sampang ini banyak, dan untuk kecamatan kota ini tidak ada yang tumpang tindih,” pungkasnya. (mal/waw)

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan