oleh

Realisasi DD Desa Sokabana Daya Disoal

Kabarmadura.id/SAMPANG-Realisasi dana desa (DD) di Desa Sokobanah Daya, Kecamatan Sokobanah, dilaporkan oleh warga setempat. Pasalnya realisasi anggaran tahun 2018 tersebut diduga kuat dilakukan asal-asalan.

Sekjen Jaringan Kawal Jawa Timur (Jaka Jatim) Tamsul, meminta semua elemen masyarakat untuk fokus dan intens mengawasi penggunaan dana desa (DD) di Kabupaten Sampang. Alasan itu bukan tanpa sebab, karena secara faktual kondisi fisik realisasi dana bagi masyarakat masih sangat jauh dari harapan.

“Persoalan dana desa di Sampang ini bukan hal baru, apalagi pernah terjadi OTT, secara administratif di Sampang ini sangat mudah disesuaikan, tetapi ketika turun ke lapangan pasti ditemukan banyak masalah,” katanya.

Bukan tanpa sebab, pernyataan tersebut menanggapi ketidakwajaran penggunaan dana desa di Desa Sokobanah Daya, Kecamatan Sokobanah yang terungkap dalam laporan warga ke Kejaksaan Negeri Sampang pada Jumat (15/3) kemarin.

Kedatangan warga tersebut didampingi LSM Jatim Corruption Watch (JCW). Mereka melaporkan dugaan korupsi pengelolaan dana desa tahun 2018, yang dianggap dalam realisasi proyek saluran irigasi di Dusun Lebak, Desa Sokobanah Daya tidak ada asas manfaat kepada masyarakat dan hanya untuk kepentingan oknum kades setempat.

Berdasarkan data bukti laporan, indikasi lain yaitu pembangunan proyek irigasi yang menghabiskan dana sebesar Rp589.246.000 itu, kondisinya sudah rusak dan roboh, padahal pengerjaannya baru seumur jagung dan belum berumur tiga bulan.

“Saluran irigasi dengan volume 638 meter itu ternyata bukan program prioritas di desa yang tertuang dalam musyawarah desa (musdes),” tambahnya.

Tamsul berharap, laporan dugaan korupsi pengelolaan dana desa di Sokobanah Daya harus diproses secara hukum sesuai undang-undang yang berlaku. Selain mendorong proses penegakan hukum terus berjalan, langkah tersebut penting dilakukan untuk mencegah meluasnya praktek korupsi dana desa.

“Penegak hukum harus serius tentu dengan koridor dan prosedur yang ada, kalau diliat di Sokobanah Daya itu sangat para, baru selesai Desember kemarin sudah rusak, ini kan salah teknis apalagi dananya besar,” imbuhnya.

Saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, kepala desa Sokobanah Daya, Jatim belum bisa memberikan keterangan meski berkali-kali dihubungi.

Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sampang Edi Sutomo mengaku, laporan yang disampaikan JCW terkait dana desa di Sokobanah Daya belum ada disposisi dari pimpinan.

“Masih diterima di sekretariat, belum ada disposisi, nunggu pimpinan dulu,” singkatnya melalui jaringan selluler. (awe/waw)

Komentar

News Feed