Realisasi Gedung Satreskoba Polres Sampang Harus Sesuai Spek

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) LAMBAT: Proyek pembangunan Gedung Satreskoba Polres Sampang masih tahap pengecoran pondasi dan tiang.

KABARMADURA.ID, SAMPANG – Lambannya pembangunan Kantor Satuan Reserse Narkoba (Satreskoba) mulai menjadi sorotan wakil rakyat di internal Komisi III DPRD Sampang. Mereka meminta agar kualitas proyek lebih diutamakan. Sedangkan mengenai keterlambatan, merupakan resiko kontraktor.

Sehingga, tidak dibenarkan proses dipercepat dengan mengenyampingkan kualitas. Hal itu disampaikan oleh Anggota Komisi III DPRD Sampang Abdussalam Kepada Kabar Madura, Kamis (16/9/2021).

“Terlambatnya pekerjaan itu biasa. Yang penting tidak menyalahi ketentuan. Namun kualitas wajib diutamakan,” ujarnya.

Pihaknya berharap, keterlambatan progres pembangunan tidak berdampak pada realisasi pekerjaan. Apalagi, menngabaikan proses pekerjaan atau tidak menyesuaikan dengan perencanaan. Dengan demikian, konsultan pengawas harus tegas.

“Jika ada pengurangan spek harus dilakukan teguran. Karena jika ada ketidaksesuaian, konsultan pengawas juga bertanggung jawab,” tegasnya.

Untuk diketahui, anggaran pembangunan Gedung Satresnarkoba Polres Sampang senilai Rp1,7 miliar dari APBD. Kontraktor pelaksana pekerjaam CV Makmur dengan masa kontrak 120 hari kalender kerja.

Hanya saja, proses penandatanganan kontrak terjadi keterlambatan. Seharusnya, kontrak dilakukan pada tanggal 27-28 Juli 2021. Namun, kontrak baru ditandatangani pada 10 Agustus 2021.

Kabid Perumahan dan Pertanahan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Sampang Wahyu berjanji akan terus melakukan monitoring di lokasi proyek. Sehingga progres lebih baik dan tetap berkualitas.

“Kami dorong pelaksana untuk bekerja lebih baik. Progres pembangunan harus jelas dengan kualitas pekerjaan yang tetap baik,” janjinya.

Reporter: Fathor Rahman

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *