Realisasi Insentif Nakes di Bangkalan Rendah

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) BEKERJA: Salah satu tenaga kesehatan (nakes) melakukan tes swab  polymerase chain reaction (PCR) di Pelabuhan Kamal Bangkalan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Pencairan dana kesehatan untuk penanganan Covid-19 sulit terlaksana. Faktanya, hingga saat ini serapan dana gelondongan hasil refocusing masih terserap 30 persen. Dari total anggaran disediakan Rp82.071.693.600 hanya baru terserap Rp24.660.028.135.

Akibatnya, banyak tenaga kesehatan (nakes) yang belum menerima insentif. Sedangkan salah satu faktor sulitnya menyerap dana, lantaran harus menyesuaikan dengan peraturan daerah (Perda) Nomor 23 Tahun 2020 tentang Percepatan Penanganan Covid-19 yang membatasi pengklaiman dana insentif. Sesuai perda, hanya lima nakes yang bisa mengklaim insentif. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan Sudiyo, Minggu (26/9/2021).

Menurutnya sesuai peraturan bupati (perbup) sebelumnya, insentif yang dicairkan bisa diberikan kepada tim yang bertugas. Padahal, idealnya dalam satu tim terdapat sekitar 10 hingga 15 orang. “Kami memang kesulitan di perda. Kalau kami memaksakan diri mencairkan, kasihan yang tidak memperoleh insentif,” ujarnya.

Pihaknya mengupayakan untuk menambah peraturan baru yang bisa mempermudah pencairan. Sebab selain sudah mendekati akhir tahun, sudah banyak nakes yang meminta agar insentifnya bisa direalisasikan. “Sudah banyak yang minta, beruntung untuk tahun 2020 kemarin sudah terealisasi,” ucapnya.

Lelaki yang akrab disapa Yoyok itu menargetkan, akhir tahun 2021 akan mengupayakan semua dana bisa tersalurkan. Untuk saat ini, masih menunggu perbup disahkan terlebih dahulu. “Sementara kami tunggu perbup sah dulu, baru nanti akan di proses lagi,” janjinya.

Sementara itu Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bangkalan Abdul Azis mengaku, penyerapan insentif memang sudah mulai dicairkan. Hanya saja, realisasinya masih rendah. “Iya memang sudah dilakukan penyerapan, tapi masih sedikit,” responnya.

Ditegaskan, jika memang ada kesulitan harusnya disampaikan lebih dini. Sehingga penyerapan  dana tidak terlalu lama, mengingat dana yang digunakan merupakan anggaran refocusing dan dalam pengawasan banyak orang. “Saya tidak tahu apa kesulitannya, tapi ini memang sudah molor,” tegasnya.

Serapan Insentif Nakes di Bangkalan

  • Total anggaran Rp82.071.693.600
    • Serapan Rp24.660.028.135
    • Sekitar 30 persen
  • Faktor penyebabnya
    • Adanya Perda Nomor 23 Tahun 2020 tentang Percepatan Penanganan Covid-19
    • Sesuai perda hanya lima nakes yang bisa mengklaim insentif

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Totok Iswanto

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *