Realisasi PAD Pasar Daerah masih 54,5%

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ RAZIN ) TRANSPARANSI: Hasil pendataan jumlah pedagang pasar di Kota Keris perlu keterbukaan publik.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi pasar daerah di Kabupaten Sumenep masih jauh dari harapan. Kendati sudah masuk triwulan ketiga, namun capaian setorannya masih di angka 54,5 persen.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperindag Sumenep Ardiansyah Ali Sochibi mengatakan, retribusi pasar tradisional masih perlu peningkatan. Sebab, saat ini realisasinya kisaran di angka lima puluh persen.

Bacaan Lainnya

“Target PAD dari pasar daerah sampai saat ini masih terbilang separuh capaiannya, sehingga berkoordinasi dengan pengelola pasar apa kendala dan bagaimana solusinya,” katanya.

Lebih lanjut Ardi (sapaan akrabnya) menambahkan, memasuki triwulan keempat ini tentu penagihan lebih proaktif. Dikatakannya, salah satu yang menjadi faktor penghambat target serapan retribusi yakni proses renovasi di sejumlah pasar.

“Sementara tahun ini soal aturan batasan pengunjung pasar, sehingga menyebabkan pedagang untuk sementara waktu memilih tidak melakukan rutinitas di pasar,” jelasnya.

Ardi merinci, jumlah pasar daerah di Sumenep sebanyak 36 pasar. Sedangkan besaran penarikan retribusi dari penjual di setiap pasar, yakni dari Rp1.000 hingga Rp3.000.

“Masih 54,5 persen saat ini, sekitar Rp800 juta, sementara targetnya Rp1,6 miliar. Karena memang pasar tradisional ini juga ada yang sudah tidak beroperasi,” imbuhnya.

Sekadar diketahui, pasar tradisional yang paling aktif dan terbanyak berkontribusi adalah Pasar Anom. Karena selain beroperasi setiap hari juga paling banyak pedagang baik yang kelas rendah, menengah, maupun kelas atas. (ara/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *