Realisasi Pembangunan Gedung DPRD Pamekasan Tunggu DED

  • Whatsapp
(KM/ ALI WAFA) LAMBAN: Pembangunan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan lamban.

Kabarmadura.id/Pamekasan–Pembangunan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, berjalan lamban. Wacana pembangunan sejak 2018 lalu itu, hingga kini belum memperlihatkan perkembangan yang menjanjikan.

Wakil Ketua DPRD Pamekasan Harun Suyitno mengatakan, selama ini legislatif masih menumpang bangunan kepada pemerintah kabupaten. Akibatnya, meski gedung yang saat ini ditempati kurang representatif, pihaknya tidak bisa berbuat banyak, lantaran gedung tersebut bukan milik DPRD secara permanen.

Bacaan Lainnya

Menurutnya, pembangunan gedung DPRD merupakan hal yang urgen untuk disegarakan. Sebab, saat kondisi gedung DPRD yang representatif juga mendukung  terhadap peningkatan kinerja para wakil rakyat. Terlebih selama ini, banyak alat kelengkapan dewan (AKD) yang tidak memiliki ruangan khusus.

“Bagaimana mungkin kantor lembaga pengawas eksekutif berdempetan dengan kantor eksekutif itu sendiri, hal itu kurang optimal bagi kinerja dewan, makanya hal ini kami anggap penting, agar kami bisa mengawasi dengan maksimal,” ucapnya, Senin (9/3/2020).

Lebih lanjut Harun mengatakan, meski rencana pembangunan sudah mulai diwacanakan dari 2018 lalu, sampai saat ini pihaknya tidak bisa memastikan kapan rencana pembangunan itu bisa direalisasikan.

Sebab menurutnya, masih banyak hal penting lainnya yang lebih krusial untuk dipikirkan berkenaan dengan dengan kepentingan dan kebutuhan masyarakat umum. Pihaknya mengaku masih fokus ke hal-hal yang mengarah pada kepentingan masyarakat banyak.

“Kami harap secepatnya bisa mulai dikerjakan, karena Pamekasan adalah satu-satunya kabupaten yang tidak memiliki kantor dewan sendiri,” tukasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pamekasan Taufikurrahman menyampaikan, gedung DPRD memang sangat sempit dan kurang representatif untuk pertemuan-pertemuan dan agenda rapat lainnya.

Kendati begitu lanjut Taufik, pihaknya belum bisa memastikan secara detail tentang rencana pembangunan tersebut, karena menurutnya harus menunggu detail engineering design (DED) terlebih dahulu.

“Untuk detail rencana itu kita masih harus menunggu DED dulu,” ucapnya. (km53/pin)

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *