Realisasi Perpustakaan Keliling Minim Anggaran, Komisi IV DPRD Pamekasan Minta DKP Ajukan Anggaran Tambahan

News43 views

KABARMADURA.ID | PAMEKASANDewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan, Imam Hosairi menyoroti Dinas Perpustakaan dan Kearsiapan (DPK) setempat mengenai realisasi program perpustakaan keliling (Pusling). Pasalnya, DKP mengalami kendala keterbatasan anggaran dalam merealisasikan program tersebut.

Imam menyebut, jika kendalanya di anggaran, harusnya DKP mengajukan anggaran tambahan untuk merealisasikan program tersebut.

KM10082023
COVER 09 AGUSTUS 2023-1@1x_1
KM07082023
KM03082023

Menurutnya, kecerdasan sosial dan intelektual harus merata ke seluruh wilayah di Bumi Ratu Pamelingan ini. Karenanya, diperlukan fasilitas ruang dan koleksi buku bacaan yang mendukung. Untuk itu, pihaknya menekankan realisasi Pusling tidak hanya menjangkau di area perkotaan saja, melainkan juga ke pelosok desa. 

“Jika di APBD memang tidak ada atau minim, DPK bisa mengajukan anggaran tambahan melalui DAK-nya. Agar, program tersebut bisa menyebar di seluruh kawasan, utamanya di pelosok. Karena sarana dan prasarana akses membaca di sana lebih sulit dibanding di perkotaan,” terangnya kepada Kabar Madura, Rabu (7/6/2023).

Baca Juga:  Pajak Listrik Warga Sumenep Akan Dinaikkan 10 Persen

Ia juga menjelaskan, melalui fasilitas dan koleksi buku bacaan yang tersedia di setiap wilayah, bisa meningkatkan tingkat gemar membaca (TGM) di Pamekasan. Mengingat sejauh ini TGM Pamekasan masih berada di peringkat 21 se-Jatim, hal itu berdasarkan peringkat TGM Masyarakat Provinsi Jawa Timur. 

Tidak hanya itu, pihaknya juga meyakini, apabila kegiatan literasi bisa mencakup ke seluruh wilayah di Pamekasan, realisasi kota literasi ini bisa terwujud secara maksimal. 

“Sangat penting untuk memberikan wadah, baik fasilitas ataupun sarana dan prasarana dalam kegiatan literasi. Apalagi di sekolah, kampus-kampus, dan tempat-tempat lainnya. Kerena kecerdasan sosial itu harus menyeluruh didukung adanya literatur yang memadai,” imbuhnya.

Baca Juga:  Pemkab Pamekasan Konsisten Anggarkan Beasiswa Pendidikan

Sebelumnya, Pustakawan DPK Pamekasan Qusyairi mengatakan, semenjak pandemi Covid-19, Pusling tidak lagi terealisasi. Pihaknya kembali merealisasikan program tersebut pada tahun ini. Namun, untuk sementara waktu sasaran lokasinya hanya di daerah perkotaan, seperti di sekolah luar biasa (SLB), Lapas, dan pesantren. Menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran. 

“Setahun, anggarannya kurang lebih satu jutaan. Mobil harusnya ada dua. Tapi yang bisa dioperasikan hanya satu. Jadi, ke mana-mana pakai mobil yang satu itu,” katanya.

“Belum lagi tidak ada driver khususnya. Jadi kami masih mencari sopir. Jika sudah ada anggaran tambahan, program ini pasti menyasar ke pelosok desa juga, seperti di daerah pantura. Sementara waktu di wilayah perkotaan,” imbuhnya menjelaskan.. 

Pewarta: Safira Nur Laily 

Redaktur: Moh Hasanuddin 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *