oleh

Realisasi Program 100 Rumah BSPS di Kabupaten Sampang Buram

Kabarmadura.id/Sampang-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, mendapatkan kuota 100 unit rumah program bantuan stimulan perumahan swadaya (BSPS) tahun 2020. Sayang, realisasi program yang dipusatkan di dua kecataman itu, sampai saat ini masih buram.

Kepala Bidang (Kabid) Perumahan dan pertanahan DPRKP Candra Amin melalui Kepala Seksi (Kasi) Perumahan Iwan Heri Susanto mengatakan, setiap penerima program itu akan mendapatkan bantuan stimulant senilai Rp17,5 juta.

Rinciannya, Rp15 juta untuk belanja bahan. Sementara  Rp2,5 juta untuk bayar tukang. Namun lanjut dia, hingga kini pengerjaan program yang dipusatkan di Kecamatan Banyuates dan Tambelangan, belum jelas.

Dirinya menjelaskan, saat ini pihaknya masih fokus pada tahap serah terima buku tabungan dan rekening penerima. Sebab, dana dari bantuan itu langsung masuk ke penerima, tanpa melalui Pemkab Sampang.

“Sekarang tahap penyerahan buku tabungan ke penerima,” ungkapnya, Rabu (8/7/2020).

Dirinya menjelaskan, untuk pengerjaan program BSPS itu nantinya akan menjadi tanggung jawab ketua kelompok penerima. Hal itu bertujuan agar koordinasi pekerjaan fisik bisa lebih gampang dilakukan dengan kelompok pengguna manfaat (KPM).

Adapum sistem pembelanjaannya, koordinator kelompok bekerja sama dengan toko bangunan. Sebab, uang dari bantuan itu tidak cair sepenuhnya ke penerima, artinya bertahap. Dia menuturkan, pengerjan program BSPS tidak ada kaitannya dengan pemerintah desa, sebab sudah ada tenaga fasilitator lapangan (TFL) untuk pengawasan dan perencanaannya.

“Nanti di pelaksanaanya bila sudah ada kesiapan pembongkaran, dibelanjakan setelah itu langsung dikerjakan dan ini tidak ada kaitan dengan pemdes,” tuturnya.

Sementara itu, Sekertaris Komisi I DPRD Sampang Aulia Rahman mengatakan, program BSPS harus ada pengawasan yang serius dari dinas terkait, karena khawatir terjadi permainan anggaran di lapangan, apalagi keberadaan TFL hanya satu orang.

Bahkan, dirinya meminta agar semua masyarakat dan pemuda untuk ikut andil dalam mengawasi program bantuan itu, sebab dalam pembelanjaannya bekerja sama dengan toko bangunan.

“Orang-orang yang terlibat jangan sampai ada manipulasi laporan, kami akan ikut mengawasi program ini,” cetusnya. (mal/pin)

 

Komentar

News Feed