Realisasi Program OPD di Bangkalan Terganjal Pembahasan PAK

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) TERSENDAT: Hingga saat ini, tim anggaran (timgar) dan badan anggaran (banggar) DPRD Bangkalan belum membahas perubahan anggaran keuangan (PAK) APBD 2021.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN – Adanya refocusing anggaran hingga tiga kali, cukup berdampak terhadap program di setiap organisasi perangkat daerah (OPD). Bahkan, perubahan anggaran keuangan (PAK) pada anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) 2021 belum dibahas oleh tim anggaran (timgar) maupun badan anggaran (banggar) APBD 2021 Bangkalan.

Padahal, pemkab harus membuat skala program prioritas kembali agar program kerja tetap berjalan meski anggaran minim. Sebab, APBD tahun ini banyak digunakan untuk penanganan Covid-19 dan dimasukkan ke bantuan tak terduga (BTT). Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Daerah (Skeda) Bangkalan Taufan Zairinsjah, Minggu (1/8/2021).

Bacaan Lainnya

Menurutnya, anggaran yang disediakan untuk penanganan Covi-19 sebesar Rp1,8 miliar. Namun, akibat adanya lonjakan sebaran, dana penanganan ditambah Rp9,2 miliar. Sehingga, total anggaran untuk penanganan Covid-19 dari hasil refocusing mencapai Rp11 miliar. Dengan demikian, dipastikan ada pergeseran dan perubahan anggaran di setiap OPD.

“Termasuk, ada refocusing untuk BTT dan dana alokasi khusus (DAU) sebesar 8 persen kemarin. Ada tiga tahap refocusing yang mengakibatkan perubahan anggaran. Sejauh ini, internal kami sudah clear melakukan pembahasannya,” ujarnya.

Pihaknya menjelaskan, pembahasan PAK akan dilanjutkan dengan banggar dalam waktu dekat ini. Selain itu, APBD tahun ini sudah banyak terpangkas langsung dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim). Seperti, DAU yang tahun ini harus terpotong Rp30 miliar dan dana alokasi khusus (DAK) menjadi Rp8 miliar dari total anggaran sebesar Rp16 miliar.

“Jadi seperti itu, kami sedang menyesuaikan. Dalam PAK nanti tidak akan kami ubah, seperti pengurangan atau penambahan. Karena kami, sudah sediakan di DAU jika refocusing BTT kurang,” jelasnya.

Terpisah, Ketua Banggar DPRD Bangkalan Muhammad Fahad mengaku, sejauh ini memang belum ada pembahasan mengenai PAK. Namun, akan segera merealisasikan pembahasan tersebut secepatnya. “Kapan pastinya bisa ditanyakan ke timgar, kalau dari kami sudah siap, hanya menunggu jadwal saja,” responnya. (ina/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *