oleh

Realisasi Program RKB di Kabupaten Sampang Senilai Rp13,8 M Terhambat

Kabarmadura.id/Sampang-Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang, mengaku belum bisa malaksanakan program rehab dan pembangunan ruang kelas baru (RKB) yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) senilai Rp13,8 miliar.

Kepala Seksi (Kasi) Sarana Prasarana (Sarpras) Sekolah Dasar (SD) Disdik Sampang Suraji mengatakan, tahapan pengerjaan program DAK itu masih menunggu gambar dan RAB dari masing-masing fasilitator di tingkat kecamatan. Hingga kini baru fasilitator di empat kecamatan yang menyerahkan RAB RKB itu.

Dia membeberkan, jumlah lembaga penerima program rehab dan pembagunan RKB yang bersumber dari DAK tahun ini sebanyak 94 SD, dengan total anggaran mencapai Rp13,8 miliar. Sayangnya, hingga kini program itu belum bisa terlaksana, karena mayoritas fasilitator belum menyerahkan gambar dan RAB.

“Sementara 10 kecamatan lainnya masih belum, jadi kami belum bisa melaksanakan program rehab dan pembangunan RKB ini,” ucap Suraji kepada Kabar Madura, Minggu (26/7/2020).

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi IV DPRD Sampang Moh. Iqbal Fatoni mengungkapkan, gambar dan RAB pembangunan itu menjadi acuan atau tolak ukur dalam pelaksanaan program pembangunan yang bersumber dari DAK itu.

Dirinya mendesak, pihak fasilitator wajib segera menyerahkan kepada Disdik Sampang, agar program itu bisa secepatnya dilaksanakan. Terlebih beberapa tahun terakhir, Kabupaten Sampang terdapat sejumlah sekolah yang ambruk tidak lama dari tahun pelaksanaan pembangunan.

Pihaknya meminta Disdik Sampang memberikan warning kepada rekanan pelaksana dan pihak sekolah penerima program DAK. Hal itu sebagai pelajaran agar kejadian di tahun sebelumnya tidak terulang kembali, karena korbannya jika ada permasalahan di kemudian hari adalah para siswa, sistem kegiatan belajar terganggu, sementara pihak rekanan tidak mau tahu.

“Harus ada ketegasan dari Disdik kepada fasilitator yang tidak kunjung menyerahkan gambar dan RAB ini, jangan hanya menunggu, kasih deadline dan kalau perlu disanksi saja, jika lalai,” ulasnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Anggota Dewan Pendidikan (DP) Kabupaten Sampang Zainuddin. Menurutnya, kejadian sekolah ambruk pasca pengerjaan, diharapkan tidak terulang kembali.

Untuk itu, pihaknya meminta Disdik meningkatkan pengawasan, sekolah penerima dan pelaksana harus mengedepankan kualitas pengerjaan, sehingga usia bangunan dan sisi manfaatnya lebih maksimal.

“Kami tidak ingin kasus gedung sekolah ambruk terulang kembali, makanya program rehab dan pembangunan RKB ini wajib mengedapankan kualitas,” harapnya. (sub/pin)

 

Komentar

News Feed