Realisasi Program SHAT di Diskop UM Sumenep Minim

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) SERTIFIKAT TANAH: Program yang dapat dijadikan penunjang untuk penambahan modal.

KABARMADURA.ID, SUMENEP -Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Diskop UM) Sumenep setiap tahun mendapat ribuan kuota program Sertifikasi Hak Atas Tanah (SHAT). Namun, kendati sudah memasuki akhir triwulan ketiga, program tersebut realisasinya masih sangat minim.

Kabid Pemberdayaan Usaha Mikro dan Kecil (UKM) Diskop UM Sumenep Lisa Bertha Soetedjo menjelaskan, kegiatan yang bekerjasama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sumenep itu untuk mewujudkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) menjadi mandiri.

Bacaan Lainnya

“Kurang 300 san ini yang sudah diproses, dan 4 bidang yang sudah diukur, kami pada masa PPKM (pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat)  ini kami belum menindaklanjuti, dan masa-masa pilkades khawatir politis, karena kami harus sosialisasi dan mengumpulkan orang banyak,” kata dia.

Diteaskan Bertha, sosialisasi bagi UMKM tersebut merupakan kegiatan wajib. Biasanya dilakukan sosialisasi SHAT sasarannya kecamatan-kecamatan. Sementara yang sudah dikakukan sosialisasi di antaranya Kecamatan Kota, Lenteng, Saronggi, Rubaru, dan Kecamatan Gapura.

“Kouta saat ini 32 desa dengan jumlah 1431 sertifikat, tiga lokasi yang sudah di antaranya Desa Parsanga,” imbuhnya.

Bertha menambahkan, tujuan program SHAT untuk memberikan kepastian dan perlindungan hukum kepada pemilik tanah. Supaya nantinya dengan mudah bisa membuktikan sebagai pemegang hak atas tanah bersangkutan.

“Selain itu, tujuannya adalah untuk memfasilitasi penyediaan aset yang dapat digunakan sebagai jaminan untuk memperoleh modal usaha UMKM dari perbankan,” papar dia.

Apabila memiliki modal yang cukup, lanjut dia, UMKM dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi usaha. Dengan demikian, UMKM tersebut bisa menjadi usaha yang mandiri dan berkembang sebagaimana diharapkan.

“Perlu disampaikan bahwa bagi peserta program SHAT akan memperoleh bantuan berupa patok masing-masing empat buah,” pungkasnya. (ara/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *