oleh

Realisasi PTM 50 Persen di Kabupaten Sumenep Ditunda Sementara

KABARMADURA.ID, Sumenep – Rencana pembelajaran tatap muka (PTM) di Kabupaten Sumenep, yang akan diterapkan terhadap 50 persen siswa/i di SMK, SMA dan SLB pada Oktober mendatang mulai diragukan. Pasalnya, Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) hingga saat ini belum menurunkan surat edaran (SE) tentang penerapan tersebut.

Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Jawa Timur (Jatim) wilayah Sumenep Syamsul Arifin mengatakan semenjak adanya larangan PTM di Kecamatan Saronggi dan kota belum ada surat lanjutan. Padahal, surat tersebut dijanjikan sebelum Oktober. “Hingga saat ini belum ada surat resmi dari Pemprov Jatim mengenai PTM akan dilaksanakan 50 persen,” katanya, Senin (28/09/2020)

Dia menjelaskan, pelaksanaan tersebut memang dijanjikan Oktober mendatang. Namun kepastiannya diragukan lantaran  adanya zona merah baru di dua kecamatan yakni Saronggi dan Kota Sumenep. “Saat ini penerapan tatap muka masih 25 persen siswa yang masuk dalam setiap harinya,” jelasnya.

Ditegaskan saat ini sekolah yang melakukan pembelajaran PTM,  SMK Darul Ulum Dasuk, SMK Siding Puri, SMK Nasyrul Ulum, SMK Nurul Islam Bluto, SMK AL-MARZUQI, SMK Nurul Mochlishin, SMK Annuqayah, SMK AL-HIDAYAH BRAGUNG, SMK Kesehatan, SMK Sumber mas, SMK Darul Ulum Bluto, SMK Attaufiqiyah Bluto dan SMKN 1 Kalianget, SMKN 1 Arjasa.

“Untuk SMKN 1 Negeri saat ini sudah dipastikan pembelajaran jarak hauh (PJJ),” tukasnya.

Sedangkan untuk SMA swasta yang melaksanakan PTM yakni, SMA YAS’A, SMA TARBIYATUS SIBYAN, SMA SAYYID YUSUF, SMA MIFTAHUL ULUM AMBUNTEN, SMA NU AMBUNTEN, SMA ANNUQAYAH, SMA TAHFIDZ AL-AMIEN, SMA RAUDLATUL ULUM.

Sementara untuk SMA Negeri yakni, SMAN 1 Bluto, SMAN 1 Lenteng, SMAN 1 Ambunten, SMAN 1 Gapura, SMAN 1 Kalianget, SMAN 1 Arjasa, SMAN 1 Sapeken, SMAN 1 Gayam, SMAN 1 Masalembu. “Untuk SMAN 1 Sumenep, SMAN 2 Sumenep, SMA PLUS MIFTAHUL ULUM TARATE sudah PJJ,” tuturnya.

Lebih lanjut, dijelaskan untuk SLB tidak satupun menerapkan PTM, setelah SLB swasta Cinta Ananda dan  SLB Negeri gagal melaksanakan PTM. Sebab lokasi sekolah itu berada di daerah kota dan Saronggi. “Yang belum menerapkan saat ini SLB YASMIN SUMENEP dan SLB DHARMA WANITA,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Saronggi Sumenep Ali Badwi mengaku, sekolahnya saat ini tidak lagi melakukan PTM . Sebab masuk zona merah. “Sebelumnya memang masuk PTM, bahkan menjadi uji coba pertama kali saat ini tidak lagi,” pengkuannya.

Dia mengatakan, pada saat PTM siswa/i sudah masuk sesuai harapan. Sehingga, saat ini harus diputus. Sebab, masuk zona merah “Mengenai PTM saat ini masih menunggu hingga 15 hari nanti,” tukasnya. (imd/ito)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed