Realisasi RTLH di Sampang Rawan Bermasalah

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) WARNING : Komisi I DPRD Sampang berjanji akan melakukan pengawasan terhadap material rumah tidak layak huni (RTLH).

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Realisasi ratusan program rumah tidak layak huni (RTLH) di Sampang menjadi atensi pengawasan wakil rakyat. Sebab, kerap kali dalam pelaksanaannya tidak sesuai dengan ketentuan pembangunan fisik. Terutama, mengenai kualitas program bantuan tersebut. Bahkan, bantuan RTLH rawan penyimpangan.

Meski pekerjaan rumah dikerjakan oleh tukang. Namun, pengurangan kualitas material akan mempengaruhi pada kualitas bantuan. Sehingga, perencanaan RTLH wajib terpenuhi. Sehingga, semua material sesuai dengan perencanaan. “Tidak boleh ada pengurangan kualitas, terutama mengenai pengadaan pasir, jumlah dan harga harus sesuai perencanaan,” ujar anggota Komisi III DPRD Sampang Abdussalam, Senin (6/9/2021).

Bacaan Lainnya

Data yang dihimpun Kabar Madura, pembangunan baru (PB) untuk RTLH tahun 2021 sebanyak 183 unit. Jumlah tersebut, terdiri dari dua sumber dana. Rinciannya, sebesar Rp1.530.000.000 untuk 51 PB RTLH bersumber dari dana alokasi umum (DAU). Sisanya, 132 PB bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) dengan pagu anggaran mencapai Rp2.640.000.000.

Kepala Bidang (Kabid) Perumahan dan Pertanahan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Sampang Abdul Rokib mengaku,  sudah melakukan pengawasan ketat. Jika diketahui ada pelanggaran soal material diharapkan segera melapor. “Kami pantau selama ini dan mereka tetap sesuai aturan,” responnya.  (man/ito)

 

 

 

 

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *