Realisasi Rumah Aman Tertunda, Kasus Kekerasan dan Pelecehan Seksual Anak di Bangkalan Kerap Terjadi

(FOTO: KM/FAIN NADOFATUL M.) SEGERA DISELESAIKAN: Korban kekerasan dan pelecehan seksual pada anak belum memiliki rumah aman di bangkalan belum terealisasi.

KABARMADURA.ID | BANGKALAN – Rencana pembangunan rumah aman yang sebelumnya akan dibangun tahun 2021 ini belum terealisasi. Padahal hingga bulan November ini, 14 kasus kekerasan dan pelecehan seksual pada anak terjadi di daerah Bangkalan. Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Bangkalan Amina Rachmawati, Minggu (28/11/2021).

Menurutnya, pelaksana pembangunan rumah aman bukan ada di instansinya. Namun menjadi kewenangan Dinas Sosial (Dinsos) dan sebagai pelaksana Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).  “Bahkan ada tambahan kasus kemarin yang sempat ramai dari 14 kasus itu,” ujarnya kepada Kabar Madura.

Kasus yang masuk terakhir, merupakan kasus pemerkosaan anak di bawah umur yang terjadi di  Desa Telang Kecamatan Kamal beberapa waktu lalu. Laporan kasus itu sudah masuk ke instansinya, meski saat ini kasusnya masih ditangani oleh Polres Bangkalan. Sebab instansinya perlu melakukan pendampingan terhadap korban. Terutama masalah mental psikisnya.

Bacaan Lainnya

“Semoga terus turun, jangan sampai ada kenaikan kasus atau tambahan lagi,” harapnya.

Sementara itu Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Sosial (Resos) Dinsos Bangkalan Ahmad Riyadi mengaku, belum bisa merealisasikan rumah aman. Sebab anggaran di instansinya  banyak yang terpangkas. Sehingga, kemungkinan baru bisa dibangun tahun 2022.  “Sementara kami memang belum memiliki rumah aman, kalau ada pembinaan bagi anak jalanan yang terjaring saja sejauh ini masih kami kirim ke luar Bangkalan,” responnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Bangkalan Sigit Nursiyo Dwiyogo mengatakan, selama setahun ini masih menyelesaikan dua kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur. Kasus pertama, yakni pada kejadian pencabulan terhadap anak sekolah menengah pertama (SMP) di Kecamatan Modung.

“Dan yang kedua yakni kasus yang kemarin kami tangkap, yakni pemilik kos memperkosa anak dibawah umur yang kebetulan kos di rumahnya,” jelasnya.

Reporter: Fain Nadofatul M.

Redaktur: Totok Iswanto

Tinggalkan Balasan