Refrigerator Kurang Memadai, Stok Vaksin di Bangkalan Rentan Rusak

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) RENTAN RUSAK: Kurangnya fasilitas seperti refrigerator membuat penyimpanan vaksin harus menggunakan lemari pendingin, bahkan di luar ruangan.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN-Penyimpanan vaksin di Dinas Kesehatan Bangkalan belum ideal. Bahkan membutuhkan fasilitas yang belum bisa disediakan seperti refrigerator dan ruangan pendingin. Sehingga terpaksa harus menggunakan lemari pendingin dan disimpan di luar ruangan.

Kondisi itu, diakui Kepala Seksi Farmasi Dinkes Bangkalan Ita Kanti Rahayu, belum ideal dan memiliki resiko vaksin rusak.

“Memang belum ideal, karena fasilitas nya juga masih kurang,” katanya.

Untuk menyimpan vaksin, kata wanita dengan sapaan Ita ini,  dibutuhkan ruangan dengan suhu udara seminimal mungkin, kemudian penyimpanan diletakkan di dalam refrigerator untuk memaksimalkan suhu vaksin aman.

Dinas Kesehatan hanya memiliki 5 refrigerator, 2 refrigerator disimpan di dalam ruangan dan sisa tiganya disimpan di luar ruangan. Sedangkan muatannya bervariatif, refrigerator kecil hanya muat 1.500 dosis, refrigerator sedang 2000 dosis dan refrigerator besar 3.400 dosis. Sedangkan stok vaksin di Dinas Kesehatan Bangkalan mencapai 12.000.

“Yang kami punya pun tidak semua besar, dan hanya 4 yang digunakan untuk Sinovac yang saat ini ada 12.000 dosis,” ulasnya.

Ita berharap ada tambahan refrigerator yang disediakan. Sehingga sisa vaksin yang belum tertampung disimpan di kulkas atau lemari pendingin.

“Ke depan stok vaksin akan banyak berdatangan, jadi saya berharap ini juga bisa mendapat solusi,” tuturnya.

Kondisi itu dikritik anggota Komisi D DPRD Bangkalan Subaidi. Menurutnya, kesiapan kebutuhan untuk vaksinasi juga harusnya bisa disediakan. Mengingat vaksinasi masih ditunggu dan dibutuhkan masyarakat.

“Segera disiapkan, atau paling tidak harusnya ada solusi alternatifnya,” paparnya.

Menurut Subaidi, pemerintah sudah menyiapkan anggaran untuk itu, dan sudah seharusnya bisa diserap dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan itu.

“Sudah ada anggarannya, jadi jangan menunggu hal hal yang tidak diinginkan terjadi,” pungkasnya.

Reporter: Helmi Yahya

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *