Regulasi dan Ketentuan Aturan Belum Padu

  • Whatsapp

Kabarmadura.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Bangkalan dievaluasi oleh Komisi D DPRD Bangkalan. Legislatif merasa prihatin atas tidak jelasnya kinerja pengurus maupun pengelolaan olahraga.

Ketua Komisi D Nur Hasan mengatakan, antara postur anggaran dan fasilitas serta komitmen memanjukan olahraga perlu pembenahan. Seperti konstruksi dan inovasi programnya perlu untuk ditingkatkan.

Misalnya seperti gedung olahraga (GOR) yang hanya berfungsi ketika ada even, seharusnya bagaimana peminat olahraga khususnya pemuda diberi pembinaan.

“Apalagi sampai membina anak muda yang memiliki potensi di bidang olahraga,” ucapnya.
Hal-hal yang bersentuhan dengan olahraga, kata Hasan, seperti Dinas Pendidikan. Dia berharap, antara regulasi dan ketentuan aturan bisa berjalan padu. Sehingga tidak terbentur dengan masalah hukum.

Terpisah, Ketua KONI Bangkalan Abdul Kadir menjelaskan, anggaran Rp1 miliar untuk memperbaiki cabor di Bangkalan dinilai tidak mencukupi. Untuk itu dalam meningkatkan dunia olahraga meminta agar ada penambahan anggaran.

Sehingga pembibitan pemuda yang berpotensi dalam terlayani baik,” jelasnya.

Kadir menambahkan, dari sekian cabor, ada salah satu cabor yang mendapat jatah anggaran sekitar Rp21 juta. Tentu hal ini sangat miris mengingat bagaimana pelatih dan atlet harus berusaha maksimal dalam keterbatasan anggaran.

“Jadi kami berharap anggaran dapat ditambah biar setiap cabor semakin semangat meraih prestasi. Bayangkan cabor renang saja hanya Rp21 juta per tahun. Seperti di Madura, anggaran KONI terkecil hanya di Bangkalan,” pungkasnya. (rus/mam/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *