oleh

Rehab SD Tidak Cukup Rp30 Miliar. Data Sekolah Rusak Belum Diketahui

KABARMADURA.ID, SAMPANG -Tahun 2021 ini, pemerintah banyak menganggarkan untuk rehab gedung sekolah. Dananya sekitar Rp30 miliar. Alokasinya khusus perbaikan gedung sekolah tingkat sekolah dasar (SD), negeri maupun swasta.

Data yang dihimpun Kabar Madura, anggarannya bersumber dari 10 persen dana alokasi umum (DAU) APBD Sampang 2021.

Terdapat 505 sekolah dasar di Sampang. Dari jumlah itu, 189 di antaranya sekolah swasta. Kendati begitu, Dinas Pendidikan (Disdik) Sampang belum mengantongi data sekolah yang rusak ringan, sedang maupun rusak berat.

Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang, Amin Arif Tirtana membenarkan hal itu. Sebagai salah satu unsur pimpinan di Badan Anggar (Banggar) DPRD Sampang, dia meminta Disdik mengutamakan skala prioritas sekolah yang akan direhab.

“Kami memang sengaja menganggarkan itu melalui DAU. Sebab sekolah yang harus diperbaiki jumlahnya tidak sedikit. Sehingga, penganggaran cukup besar tahun ini,” katanya.

Dengan banyaknya jumlah sekolah yang terdata, rehab gedung itu dipastikan tidak akan selesai tahun ini. Sehingga penganggarannya harus bertahap. Kendati dianggarkan Rp30 miliar di tahun 2021, tetap akan ada penganggaran lanjutan. Sebab kerusakan sekolah selalu bertambah.

Pemerintah juga mengalokasikan rehab sekolah di Dana Alokasi Khusus (DAK) APBD Sampang 2021, namn besarannya belum bisa dipastikan. Sehingga ditargetkan, tahun ini banyak sekolah yang sudah diperbaiki.

Pihaknya meminta Disdik selektif memprioritaskan sekolah yang harus direhab lebih awal. Sehingga ada skala prioritas pertama yang bersifat urgen. Sementara yang rusak ringan bisa dievaluasi apakah tahun ini atau pada realisasi DAK.

“Anggaran itu bukan hanya rehab untuk SD negeri. Tapi sekolah swasta juga masuk pendataan perbaikan. Sementara total sekolah hampir 700 lembaga pendidikan negeri dan swasta di Sampang,” katanya.

Sementara Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Sampang, Suraji mengaku belum mengetahui data sekolah rusak. Sehingga, sampai saat ini tidak ada skala prioritas untuk perbaikan lebih awal. Alasannya, pihaknya masih dalam proses pendataan.

“Belum untuk sekarag. Karena masih proses pendataan. Namun yang pasti, klami akan prioritaskan sekolah yang memang ruangannya terbatas,” katanya. (man/waw)

 

 

Komentar

News Feed