oleh

Rekanan Salah Mengerjakan, Progres Gedung DPRKP dan Ciptakarya Baru 20 Persen

Kabarmadura.id/SUMENEP-Pembangunan gedung Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman dan Ciptakarya (DPRKP dan Ciptakarya) Sumenep masih mencapai 20 persen.

Kepala DPRKP dan Cipta Karya Sumenep Mohammad Jakfar mengaku, progres pekerjaan masih 20 persen dan terancam tidak selesai sesuai target. Sehingga, pihak rekanan meminta para pekerjanya untuk bekerja lembur.

“Salah satu faktor lambatnya pengerjaan, pihak rekanan terkadang salah dalam membangun, kemudian dirombak dan dibangun lagi. Misalnya, beton yang kemarin sempat ada kesalahan,” katanya, (02/08).

Dijelaskan, sesuai kontrak dengan rekanan. Proyek tersebut ditarget 5 bulan selesai, yakni akhir November harus selesai.

“Saat ini sudah mulai dikerjakan sesuai prosedur yang ada. Meskipun ada beberapa kesalahan yang dilakukan pihak pekerja,” tuturnya.

Meski terancam tidak sesuai target, Jakfar masih optimis pengerjaan sesuai target. Sebab, pejabat pembuat komitmen (PPK) sudah meminta kepada konsultan pengawas agar melakukan monitor secara ketat.

Konsultan pengawas dimintai menghitung progresnya, termasuk menghitung kemungkinan apakah pelaksana pekerjaan masih bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal yang ada.

Sementara itu pengawas pengerjaan Hamdi mengatakan, pengawasan kepada para tukang dan pekerja dilakukan setiap hari. Gaji tukang dan pekerja berbeda, untuk tukang Rp125 ribu dan pekerja biasa Rp110 ribu.

“Saat ini dipantau terus karena beresiko. Sebab, pembangunannya berlantai dua,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Komisi III DPRD Sumenep M Ramzi mengatakan, pembangunan gedung yang akan menelan dana Rp3,7 itu, jangan sampai seperti pembangunan masjid Pemkab yang sudah rusak lantaran dinilai kurangnya pengawasan.

“Kami meminta kontraktor memastikan bahan yang dipakai sesuai dengan spesifikasi. Saya pikir rekanan sudah berpengalaman menyelesaikan soal itu, jadi tak hanya kejar waktu kualitas juga mesti diperhatikan,” pungkasnya. (imd/ong)

Komentar

News Feed