Rekapitulasi Tingkat Kecamatan Belum Tuntas, 2 Kecamatan di Pamekasan Harus Hitung Ulang

News, Pemilu101 views

KABAR MADURA | Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pamekasan masih belum memastikan jadwal pelaksanaan rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 di tingkat kabupaten.

Ketua KPU Pamekasan Mohammad Halili mengatakan, pelaksanaan rekapitulasi hasil penghitungan suara di tingkat kabupaten akan digelar setelah rapat pleno rekapitulasi di tingkat kecamatan sudah tuntas semua. Disebutkan, per Minggu (25/2/2023), masih tersisa empat kecamatan yang belum tuntas melakukan rekapitulasi hasil penghitungan suara.

Banner Iklan Stop Rokok Ilegal

Selain itu, kata Halili, rekapitulasi hasil penghitungan suara itu juga masih perlu dicocokkan dengan jumlah daftar pemilih tetap (DPT) yang ada. Pihaknya menargetkan rekapitulasi tingkat kabupaten dilaksanakan pada akhir Februari hingga awal Maret mendatang.

“Jadi kami masih menunggu hasil pleno di setiap kecamatan. Jika sudah tuntas, maka kami akan koordinasikan untuk digelarnya rekapitulasi tingkat kabupaten,” jelasnya, Minggu (25/2/2024).

Komisioner Divisi Teknik dan Penyelenggaraan KPU Pamekasan Pemilu Moh. Amiruddin mengutarakan, proses sinkronisasi rekapitulasi hasil penghitungan suara dari setiap kecamatan masih dalam proses identifikasi. Akan tetapi, pihaknya memastikan perolehan suara dari setiap peserta pemilu akan sesuai dengan C hasil.

Baca Juga:  KPU Pamekasan Belum Tentukan Lokasi Kampanye, Ini Penjelasannya!

“Ada beberapa kecamatan yang masih dalam proses sinkronisasi. Ketika sudah selesai, maka muncullah D hasil di kecamatan, yang kemudian diberikan kepada masing-masing saksi dari parpol,” ungkapnya.

Amir menyebutkan, empat kecamatan di Pamekasan yang belum menyelesaikan rapat pleno rekapitulasi hasil penghitungan suara adalah Kecamatan Pamekasan, Larangan, Pademawu, dan Tlanakan. Sedangkan kecamatan sisanya sudah masuk tahap sinkronisasi di aplikasi Sistem Rekapitulasi Suara (Sirekap).

“Saat ini masih proses semua, yang penting tidak perbedaan data,” ujarnya.

Sementara Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Pamekasan Sukma Umbara Tirta Firdaus menegaskan bahwa ada dua kecamatan yang harus melaksanakan hitung ulang hasil penghitungan suara di beberapa tempat pemungutan suara (TPS), yakni Kecamatan Larangan dan Pademawu.

Baca Juga:  Bantuan Rehabilitasi Bencana Alam di Palengaan Pamekasan Tersendat, DPRD: BPBD Lelet!

Hal itu harus dilakukan, kata Sukma, lantaran di Kecamatan Larangan ditemukan sejumlah kotak suara yang tidak tersegel dan form C hasil pleno tidak sesuai dengan C hasil salinan. Sedangkan di Kecamatan Pademawu juga ditemukan kotak suara yang tidak tersegel.

“Ada dua kecamatan yang ditemukan masalah, sedangkan untuk laporan lain yang kami terima masih kami data,” ujar Sukma.

Koordinator Divisi Pengawasan dan Penindakan Bawaslu Pamekasan Suryadi menyampaikan, persoalan suara yang tidak sesuai antara C hasil pleno dengan C hasil salinan sudah selesai diatasi. Akan tetapi, untuk persoalan kotak suara yang tidak tersegel sampai saat ini sedang didalami terkait apa penyebabnya.

“Proses rekapitulasi belum selesai, untuk sanksi tentunya akan berbeda jika nanti ditemukan masalah yang berbeda,” tambah Suryadi.

Pewarta: Khoyrul Umam Syarif/Moh. Farid

Redaktur: Sule Sulaiman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *