Reklame Ilegal di Pamekasan Tetap Dipungut Pajak

  • Whatsapp
JANGGAL: Reklame tanpa izin pendirian terpajang di sepanjang Jalan Nyalabu-Proppo namun diketahui rutin membayar pajak.

KABARMADURA.ID;PAMEKASAN–Maraknya sejumlah reklame ilegal yang terpasang di sepanjang jalan provinsi dan jalan nasional di Kabupaten Pamekasan meninggalkan tanda tanya. Pasalnya, reklame yang diketahui berdiri tanpa izin rutin membayar pajak.

Kepala Bidang Penagihan Unit Pelayanan Pajak dan Retribusi Badan Keuangan Daerah (BKD) Pamekasan Ahmad Hidayat menyampaikan, reklame produk rokok yang terpasang di sepanjang jalan Nayalabu-Proppo telah membayar pajak.

Pihaknya memastikan, reklame produk rokok tersebut telah memiliki izin berdiri. Pihaknya membedakan reklame tersebut dengan reklame pribadi yang kerap dipasang di pinggir jalan oleh warga tanpa memiliki izin.

“Bagaimana mau membayar pajaknya kalau tidak punya izin,” ucapnya.

Sementara di lain pihak, Petugas Reklame Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu (DPMPTSP) Hafi memastikan bahwa reklame produk rokok yang terpajang di sepanjang Jalan Nyalabu-Proppo tidak mengantongi izin pendirian.

Menurutnya, pihak pemasang telah mengirimkan permohonan izin pendirian reklame, namun persyaratan yang diajukan tidak lengkap. Sehingga pihaknya meminta pihak pemohon untuk melengkapi persyaratan itu terlebih dahulu.

Namun hingga saat ini, pemohon tidak kunjung melengkapi persyaratan sementara reklame diketahui telah beridiri. Menurutnya, pemohon kesulitan dalam melengkapi persyaratan karena harus mendapat rekomendasi dari pemerintah provinsi karena Jalan Nyalabu-Proppo merupakan jalan provinsi.

“Kami tidak bisa mengeluarkan izin kalau persyaratannya tidak lengkap,” ucapnya.

Menurutnya, reklame ilegal tidak hanya terpajang di Jalan Nyalabu-Proppo, masih banyak lagi reklame ilegal dari merk rokok berbeda yang yang terpajang di sepanjang jalan nasional dan provinsi, salah satunya yaitu di Jalan Tlanakan.

Pihaknya mengaku akan segera menyurati pihak pemasang untuk membicarakan persoalan tersebut bersama tim reklame. Tim tersebut terdiri dari: Satpol PP, Dishub, DLH, Diskominfo, PUPR, DPKP dan BKD.

“Besok kami surati, kami undang ke ruang sekda,” pungkasnya. (ali/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *