Rekomendasikan Pencabutan SIP, Dokter Surya Ancam Polisikan POGI Bangkalan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FA'IN NADOFATUL M.) TAMBAH PANAS: Dokter Surya Haksana (kanan) bersama kuasa hukumnya, Bachtiar, (kir) akan membawa masalah pencabutan SIP oleh POGI Bangkalan ke ranah hukum

KABARMADURA.ID | BANGKALAN-Masalah rekomendasi pencabutan surat izin praktik (SIP) dokter Surya Haksana berbuntut panjang. Sanksi yang sekaligus menimpa  Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Glamour Husada, Kamal ini akan berlanjut ke ranah hukum.

Alasan dr. Surya membawa kasus tersebut ke ranah hukum, karena Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Cabang Bangkalan dinilai tidak bisa membuktikan tuduhannya, sehingga dianggap mencemarkan nama baiknya. Namun, POGI Bangkalan menyerahkan kasus tersebut ke POGI Surabaya.

Ketua POGI Bangkalan dr Muliadi Amanullah mengatakan, pihaknya telah sepenuhnya menyerahkan kasus tersebut kepada POGI Surabaya. Tujuannya agar turut menangani pengusutan dugaan pemberian uang transport kepada bidan yang melebihi kesepakatan.

“Itu  kasusnya sudah di-handle oleh POGI Surabaya,” katanya, Minggu (24/10/2021).

Dia menuturkan, pada Kamis (21/10/2021) lalu, POGI Bangkalan telah memenuhi panggilan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan. Tetapi, Muliadi enggan menjelaskan secara detail mengenai pemanggilannya tersebut. Dokter spesialis kandungan tersebut hanya mengakui memang telah dipanggil oleh Dinkes Bangkalan.

“Iya, kami telah hadir. Tapi bukan saya yang datang, perwakilan. Hasilnya masih kami rundingkan,” ungkapnya.

POGI Bangkalan juga membenarkan bahwa ada kesepakatan pemberian uang transport bidan. Uang transport itu diberikan jika bidan merujuk pasien ke salah satu rumah sakit tempat dokter praktik tersebut. Uang transport tersebut disepakati sebesar Rp500 ribu. Surat mengenai kesepakatan itu juga sudah disampaikan ke Dinkes Bangkalan.

“Itu sebenarnya surat intern POGI Bangkalan saja, Dinkes sudah dilampirkan untuk diberitahukan. Semoga kasus ini segera selesai dan tidak ada yang seperti itu,” ungkap Muliadi.

Di lain pihak, dr Surya Haksana melalui Kuasa Hukumnya, Bachtiar Pradinata, meminta dr Muliadi Amanullah untuk membuktikan tuduhan terhadap kliennya, yakni tuduhan telah memberikan uang transport melebihi kesepakatan. Sebab, POGI Bangkalan sempat menyebut dr Surya memberikan uang transport sebesar Rp2 juta.

Tuduhan itu disebut tidaklah benar. Sehingga pembuktian yang diinginkannya adalah   menghadirkan bidan dari Arosbaya yang diduga melaporkan hal tersebut ke POGI Bangkalan. Jika tidak, pihaknya mengancam akan membawa kasus tersebut ke ranah hukum.

“Jika Dokter Muljadi Amanullah tidak bisa menghadirkan bidan tersebut, maka klien saya akan membawakan ke ranah hukum, karena bagian dari fitnah,” ancam Bachtiar.

“Jika bidan tersebut tidak diklarifikasi atau karena bidannya tidak ada, maka yang membuat surat rekomendasi adalah bohong, oleh sebab itu,  ketua POGI harus mempertanggungjawabkan,” tandas Bachtiar.

Reporter: Fain Nadofatul M

Redaktur: Wawan A. Husna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *