oleh

Rekrutmen PPK Dicurigai Loloskan Mantan Caleg

Kabarmadura.id/Sumenep-Rekrutmen PPK belum usai, namun sudah ada beberapa masalah yang datang. Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) didatangi sebanyak 8 orang warga yang mempersoalkan rekrutmen PPK di Kecamatan Guluk-Guluk dan Kecamatan Manding.

8 orang yang datang sekitar pukul 11.00 itu, langsung ditemui Komisioner KPU Sumenep Rofiqi Tanzil dan Syaifurrahman. Pertemuan itu terjadi sekitar satu jam dan diisi dengan diskusi yang cukup alot.

Seusai bertemu komisioner KPU, Imam Hanafi yang mewakili 8 orang itu mengatakan, kedatangannya untuk mempersoalkan pelulusan 10 besar calon anggota PPK.

Menurutnya, ada masalah dalam pelolosan 10 orang tersebut. KPU dianggap tidak melihat data sesuai dengan ranking nilai. Sebab, ada mantan calon anggota legislatif (caleg) pada Pemilu 2019 yang masuk 10 besar dan akan berpotensi lulus.

“Yang kami tanyakan kenapa hal tersebut tidak bisa terdeteksi dari KPU. Seharusnya, jika data tersebut disandingkan oleh komisioner, hal ini sudah gugur pada tahap seleksi administrasi,” katanya, Kamis (6/2/2020) di kantor KPU.

Imam mengklaim, terdapat dua orang bermasalah yang lolos 10 besar. Keduanya dinilai tidak bisa memenuhi persyaratan. Dua orang yang dimaksud, dari Kacamatan Guluk-Guluk atas nama Sri Widayati yang merupakan caleg dari Partai Perindo pada Pemilu 2019 lalu. Kemudian di Kecamatan Manding atas nama Moh. Madani yang merupakan caleg dari Partai Hanura.

Jika kedua orang itu lolos di 5 besar, menurut Imam, beban KPU akan sangat berat. Sebab, KPU bisa disebut tidak selektif dan akan dilaporkan pada DKPP. Sebab berdasarkan PKPU Nomor 3 tahun 2015, pendaftar anggota PPK harus tidak pernah menjadi anggota partai politik (parpol), setidaknya lima tahun sebelum mendaftar anggota PPK.

Dalam daftar pengumuman 10 besar test tulis yang dikeluarkan KPU Sumenep tertanggal 4 Februari 2020, ada nama Moh. Madani dengan Sri Widayati.

“Saat ini Moh. Madani dan Sri Widayati masuk 10 besar bagaimana ini,” tanyanya.

Sementara itu, Komisioner KPU Sumenep Rofiqi menyatakan, kedatangan masyarakat tersebut merupakan masukan yang berharga bagi KPU dalam perekrutan PPK yang sudah masuk 10 besar yang akan masuk seleksi tes wawancara.

Dirinya akan terus berkoordinasi dengan Bawaslu Sumenep agar pengawasan tetap berlanjut hingga akhir pelaksanaan PPK. Dari masukan tersebut, akan ada pemeriksaan data untuk memastikan benar tidaknya

“KPU akan menindaklanjuti, jika memang benar, maka akan didiskualifikasi atau namanya dicoret dan tidak akan diikutkan pada tahapan selanjutnya,” tegasnya.

Sementara itu, Kordinator Divisi Hukum Data dan Informasi Bawaslu Sumenep Imam Syafi‘i mengaku sedang mengawasi perekrtuan PPK.

“Kami akan terus lakukan pengawasan, jika ada yang melanggar, maka akan kami tindak lanjuti,” tegas dia. (imd/waw)

 

 

 

 

 

 

Komentar

News Feed