Rekrutmen Tenaga Non-ASN Diduga Penuh Nepotisme

  • Whatsapp
(FOTO: KM/FATHOR RAHMAN) Anggota komisi I DPRD Sampang Aulia Rahman

KABARMADURA.ID, Sampang  – Seleksi pegawai rumah sakit non aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Sampang memasuki babak akhir. Namun pengumuman yang dilakukan secara online itu diduga penuh permainan bahkan dituding terjadi praktik nepotisme.

Informasi yang dihimpun Kabar Madura, proses rekrutmen tenaga non-ASN sarat praktik kolusi korupsi nepotisme (KKN). Diduga ada nama-nama pesanan yang diloloskan. Kondisi tersebut menuai protes dari sejumlah peserta. Bahkan sejumlah peserta yang mengaku dirugikan melapor ke wakil rakyat.

Bacaan Lainnya

Anggota Komisi I DPRD Sampang Aulia Rahman mengaku mendapat pengaduan dari peserta. Kali ini laporan dilengkapi dengan bukti-bukti. Seperti pengajuan sejumlah pihak yang diuntungkan dengan adanya rekrutmen.

“Kita tampung semua laporan. Ada praktik nepotisme dalam rekrutmen ini,” katanya.

Dia mengungkapkan jika ada beberapa peserta yang diberlakukan istimewa. Nama-nama itu terdaftar sebagai peserta yang lolos. Diduga praktik kecurangan dimulai sejak verifikasi berkas. Terlebih saat menjelang detik-detik pengumuman.

Namun, Politisi Partai Demokrat itu juga masih mengumpulkan bukti lain. Meski semua tahapan diumumkan secara online. Namun, ada belah panitia memasukkan nama-nama pesanan sebagai peserta yang lolos.

“Sementara kami menilai rekrutmen ini tidak ada bedanya online dengan tidak. Sebab kecurangan masih banyak terjadi. Salah satunya tidak adanya transparansi format penilaian,” katanya.

Dia mengaku peserta yang dikecewakan karena hanya melihat tahapan yang mencurigakan. Tapi ada beberapa rekaman pengajuan peserta yang diprioritaskan. Sehingga, dipastikan ada beberapa oknum yang sempat disebut menjadi tempat penitipan peserta yang lolos.

“Untuk sementara kami rahasiakan nama-nama pelapor. Kami juga mengantongi di internal panitia yang diduga melakukan praktik nepotisme,” tegasnya.

Ketua Panitia rekrutmen tenaga non ASN di lingkungan RSUD dr. Moh. Zyn dan RSD Ketapang Abd. Hanan memilih diam. Saat dikonfirmasi pihaknya mengaku belum bisa memberikan keterangan. “Maaf mas saya masih rapat,” katanya. (km54/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *