Rektor di Madura Kompak tidak Menggelar PTM di Masa Covid-19

  • Whatsapp
(FOTO: KM/KHOYRUL UMAM SYARIF) BERADAPTASI: Pertemuan tatap muka (PTM) di tingkat perguruan tinggi masih dominan menggunakan proses daring, sebagai langkah antisipasi dalam menekan penyebaran Covid-19.

KABARMADURA.ID, Pamekasan – Pertemuan tatap muka (PTM) bagi Mahasiswa/i di tingkat perguruan tinggi sejauh ini, belum bisa dipastikan digelar dalam waktu dekat. Pasalnya, penyebaran Covid-19 telah merubah berbagai rancangan program pendidikan yang sudah terencana dengan baik pada awal tahun 2020. Sehingga, dengan terpaksa untuk pembelajarannya mayoritas dilaksanakan secara daring.

Rektor Universitas Wiraraja Sumenep, Sjaifurrachman mengatakan, pelaksanaan kegiatan belajar semenjak adanya Covid-19 sudah dilakukan secara daring. Hal itu, sesuai dengan instruksi dari pemerintah pusat dalam penyelenggaraan perkuliahan. Sehingga, perlu adanya adaptasi yang cukup ekstra, agar proses perkuliahan tidak lumpuh total.

Bacaan Lainnya

“Terutama di Sumenep yang Mahasiswanya banyak yang dari kepulauan, ternyata dengan adanya perkuliahan daring, juga memberikan pembelajaran kepada masyarakat pengenalan teknologi, jadi ada plus minusnya,” ungkapnya, Rabu (11/11/2020).

Dijelaskannya, untuk pelaksanaan perkuliahan secara daring sebelum masa Covid-19, hanya ada di kisaran 10 persen. Namun ketika adanya Covid-19, sudah 100 persen menggunakan daring. Sehingga harus mencari pola baru dalam menyampaikan perkuliahan kepada Mahasiswa yang berlatang belakang beragam.

“Ternyata adanya Covid-19, kami dituntut 100 persen, kami harus melaksanakan itu mau tidak mau,” paparnya.

Senada diungkapkan, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura, Mohammad Kosim. Dia juga merasakan adanya perubahan, secara total sistem perkuliahan yang sudah baku. Alasannya, kesehatan, perlu adanya penyesuaian dari segala sisi. Sehingga pelaksanaan perkuliahan bisa berjalan sesuai target yang ditentukan.

“Kendatipun tidak sama dengan pada masa sebelum Covid-19, perlu adanya inovasi perkuliahan di masa Covid-19, agar transfer of knowledge-nya bisa tersampaikan,” urainya.

Sementara itu, Rektor Universitas Trunojoyo (UTM) Bangkalan, Muh. Syarif mengaku sejauh penilaiannya, di masa Covid-19 masyarakat sudah bisa beradaptasi dengan berbagai kompleksitasnya. Utamanya mengenai persoalan yang berdampak lagnsung kepada kehidupan, termasuk dalam kepentingan prosesi wisuda yang menurut masyarakat Madura adalah momentum yang sangat sakral.

“Walaupun wisuda nanti luring, ya. Protokol kesehatan harus dilaksanakan, dan saya bisa memahami karena memang itu kebanggaan masyarakat Madura, new normal juga memahami kondisi yang ada,” pungkasnya. (rul/ito)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *