Rektor IAIN Madura Ingin Segera Lepas dari Jeratan IAIN Rasa STAIN

Uncategorized30 Dilihat

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Madura melakukan penyegaran untuk jabatan kepala biro administrasi umum (AUAK), akademik dan kemahasiswaan. Dari yang semula dijabat oleh Abd. Halik, kini dijabat Dr. H. Syamsul Bahri.

 

Momen tersebut diabadikan dalam acara lepas dan sambut pada Rabu (12/10/2022) di Auditorium IAIN Madura.

 

Rektor IAIN Madura Dr. Saiful Hadi mengaku sangat berterima kasih atas dedikasi Abd. Halik selama bertugas di IAIN Madura. Kemudian dia memberi selamat atas amanah baru yang diberikan kepada Abd. Halik di tempat yang baru. Harapannya, Abd. Halik bisa terus menempa pengalaman baru dan tantangan baru dalam menjalankan profesinya.

 

“Semoga di tempat yang baru bisa mengembangkan dan menamatkan amanah-amanah yang akan disempurnakan oleh Allah sebagai perjuangan atas pengabdian untuk negeri ini,” paparnya saat memberikan sambutan.

 

Dr. Syaiful Hadi menyatakan menyambut baik kedatangan Dr. H Syamsul Bahri. Dia yakin bahwa pengalamannya sudah tidak bisa diragukan lagi. Karena Dr. H Syamsul Bahri sudah puluhan tahun malang-melintang sebagai birokrat di berbagai level.

Baca Juga :  Serapan Anggaran Lelet, Komisi III DPRD Pamekasan Sidak Tiga Proyek Bernilai Rp8 Miliar

 

“Kalaupun toh hari ini pada dunia akademik menjadi kepala biro, hakikatnya beliau mendapatkan wahyu untuk memperjuangkan IAIN Madura menjadi UIN Madura,” tuturnya.

 

Menurutnya, proses peralihan status menuju UIN Madura perlu perlu kerja bersama yang dikolaborasikan semua civitas akademika, termasuk dengan adanya kepala biro AUAK yang baru bisa menjadi pelecut untuk segera tercapainya proses alih status.

 

“Kami ingin keluar dari jeratan IAIN rasa STAIN yang selama ini masih banyak dirasakan oleh kawan-kawan dan menjadi pekerjaan rumah sehari-hari,” ungkapnya, diiringi gemuruh tepuk tangan dari para audiens.

 

Dia mengajak seluruh civitas akademika untuk bekerja bersama-sama untuk terus menyongsong alih status. Sebab, dari persyaratan dan persiapan yang perlu dibenahi, sudah dibahas dan dimatangkan. Menurut Dr. Syaiful Hadi, yang terpenting adalah partisapasi masyarakat Madura untuk alih status menjadi UIN Madura.

Baca Juga :  Kader PMII Harus Berperan Aktif dan Jadi Solusi dari Problem Bangsa

 

“Tentunya SDM internal yang akan bisa membawa semua pekerjaan menuju kebahagian ini sangat positif untuk selalu berkontribusi secara bersama-sama,” ujarnya.

 

Reporter: Khoyrul Umam Syarif

 

Redaktur: Wawan A. Husna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *