oleh

Rektor IAIN Madura Motivasi Mahasiswa Kembangkan Nalar Kritis

Kabarmadura.id/PAMEKASAN–Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Manajemen Pendidikan Islam (MPI) IAIN Madura, menggelar Kompetisi Debat Pendidikan antarmahasiswa se-Indonesia. Kegiatan itu diikuti oleh sejumlah perguruan tinggi dan kampus dari berbagai daerah di Nusantara.

Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati anniversary ke-5 jurusan MPI itu, mendapat apresiasi dari rektor IAIN Madura Mohammad Kosim. Menurutnya, kegiatan kompetisi debat menjadi salah satu cara untuk mengasah dan mengembangkan nalar kritis mahasiswa.

Selain itu, dia menilai, kompetisi debat pendidikan menjadi salah satu tempat untuk melatih mahasiswa IAIN Madura, untuk memiliki daya saing yang kuat, dalam berkompetisi mengembangkan potensi diri dengan mahasiswa dari luar IAIN Madura.

“Kompetisi debat pendidikan ini menjadi program unggulan setiap prodi untuk menyelenggarakan kegiatan skala nasional, serta mengasah jiwa kompetitif mahasiswa,” katanya Senin (11/3).

Mantan Direktur Pascasarjana STAIN Pamekasan itu mengatakan, mahasiswa harus menyadari pentingnya lomba debat bagi peningkatan kualitas diri, utamanya dalam mengasah daya saing dengan lulusan perguruan tinggi lain di Indonesia.

Oleh karenanya, dirinya beraharap, kegiatan yang bersifat kompetitif dengan perguruan tinggi lain di Indonesia, bisa menjadi budaya di masing-masing prodi. Sebab, kompetisi debat pendidikan menjadi ajang positif bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam berpikir kritis dan berkomunikasi, meningkatkan kepercayaan diri, serta mengembangkan jejaring antar perguruan tinggi.

“Tahun sebelumnya, mahasiswa IAIN Madura yang menjadi juara utama, oleh sebab itu kita menjadi tuan rumah untuk kompetisi tahun ini,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana kegiatan Kompetisi Debat Pendidikan Antar Mahasiswa se-Indonesia Ahmad Rokduh mengatakan, kegiatan yang digelar oleh mahasiswa jurusan MPI IAIN Madura itu, selain untuk memperingati anniversary ke-5 jurusan MPI, kegiatan tersebut diakuinya juga sebagai bentuk pembelajaran bagi mahasiswa dalam berdialog.

Diungkapkan Rokduh, kegiatan kompetisi debat pendidikan yang mengusu tema “Kritis Pendidikan: Antara Harapan dan Tantangan Menuju Indonesia Emas 2045 itu, diikuti oleh perwakilan perguruan tinggi dan kampu di berbagai wilayah di Indonesia.

“Tahun kemarin kami yang juara tingkat nasional dalam kompetisi debat pendidikan yang digelar di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta,” tandasnya. (pin/waw)

Komentar

News Feed