oleh

Rektor se-Madura Tetap Kawal Wacana Pembangunan Tol Madura

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN – pembangunan tol Madura masih jadi diperbincangkan masyarakat, termasuk para rektor perguruan tinggi di Madura. Perbincangan itu, utamanya mengenai potensi terjadinya konflik agararia.

Terlebih, jika proses pembebasan lahannya tidak menggunakan pendekatan yang benar. Sebab, masyarakat Madura memiliki karakter kuat dalam menjaga warisan peninggalan leluhurnya, yakni tanah yang biasa dipakai untuk bercocok tanam.

Menurut Rektor Universitas Tronojoyo Madura Muh Syarif, pembangunan tol sangat bagus sekali untuk perkembangan perekonomian masyarakat Madura, bahkan kajian secara akademis sudah pernah dirumuskan oleh timnya.

“Saya sangat mendukung, apalagi hal yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat Madura,” ungkapnya, Minggu (15/11/2020).

Pria yang juga sebagai ketua Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Madura (Forpim PTM) itu menjelaskan, untuk maksimalitas dari wacana pembangunan tol Madura akan terus dikoordinasikan dengan berbagai pihak.

“Pasti ada gesekan, jikalau cara ekseskusi lahannya tidak dilakukan pendekatan secara persuasive,”ulasnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Wiraja Sumenep Sjaifurrachman menegaskan, perguruan tinggi merupakan bagian dari masyarakat Madura, sudah sepantasnya untuk berkontribusi dalam mematangkan berbagai kajian akademis, termasuk dalam wacara pembangunan tol Madura.

“Berdasarkan kajian-kajian keilmuan, kami akan usulkan kepada pemerintah sebagai dasar pengambilan kebijakan,”paparnya.

Senada dengan itu, Rektor Institut Agama Islam Negeri Madura Mohammad Kosim sangat setuju terhadap rencana pembangunan tersebut. Selain berpengaruh terhadap laju perkembangan ekonomi masyarakat Madura, dan tol Madura akan sangat menguntungkan kepentingan mobilitas pendidikan di Madura.

“Jika benar-benar dibangun nanti akan berpengaruh kepada ekonomi masyarakat, bisa jadi akan bertambah maju, ataupun sebaliknya,”pungkasnya. (rul/waw)

Komentar

News Feed