oleh

Rela Kehilangan Penghasilan dari Gudangnya demi KBM Siswa SD

Kabarmadura.id/Sumenep-Mewabahnya Covid-19, cukup melumpuhkan aktivitas dunia pendidikan. Tapi selagi ada kegigihan, maka solusi dari setiap masalah akan tercipta. Misalnya seperti pemilik gudang di Desa Kapedi, Sumenep yang merelakan gudangnya untuk kegiatan belajar mengajar (KBM). Padahal gudangnya terbilang produktif untuk memutar roda ekonominya.

MOH.RAZIN, SUMENEP

Gudang yang biasa digunakan untuk menyewakan arena futsal itu, dialihfungsikan sebagai ruang kelas, sebab sekolah tidak cukup luas untuk menerapkan KBM tatap muka selama tiga bulan terakhir ini.

Sebab, ada kewajiban patuhi protokol kesehatan (protkes) Covid-19 di segala aktivitas, terlebih siswa sekolah dasar (SD) yang rentan berkontak fisik saat belajar.

“Awalnya itu kami menerapkan belajar daring, tapi berhubung yang disibukkan adalah orang tua, kebetulan anak saya juga sekolah, pas ada tugas minta dikerjakan ke saya, maka saya sendiri sebagai orangtua merasa tidak cukup waktu, apalagi banyak kerjaan lain,” ungkap Zahratul Warda, sang pemilik gudang.

Perasaan itu tidak dialaminya sendiri, banyak keluhan yang sama dia dengar setiap hari. Baginya, kelemahan KBM via daring adalah, selain disibukkan dengan tugas, ada materi yang butuh uraian detail, apalagi untuk usia anak kelas IV SD.

Akhirnya berdasar koordinasi dengan sekolah, disepakati gudangnya ditempati KBM tatap muka sesuai protkes Covid-19. Meskipun aktivitas KBM di gudang tidak maksimal, karena hanya dilakukan dua kali sepekan, namun dia ingin aktivitas siswa tidak benar-benar lumpuh.

“Ya kalau orangtua yang cukup, bisa paham dan buka internet. Misalnya tugas materi matematika, gimana caranya kalau melulu menggunakan penugasan,” tegasnya bernada tanya.

Selain disewakan untuk arena futsal, gudang yang sudah berusia puluhan tahun itu biasanya juga disewakan untuk penyimpanan barang. untuk penyewaan arena futsal, bertarif Rp25 ribu per jam pada siang hari dan Rp30 ribu per jam pada malam hari.

Sedangkan para pedagang biasanya juga menyewa gudang untuk menyimpan barang seperti beras dan barang lainnya. Sehingga setiap bulannya selalu ada omzetnya.

“Tidak tentu sih pendapatannya, tapi yang pasti ada pemasukan ke kami, kalau futsal inisiatif anak saya, tapi berhubung masih ditempati bersekolah, maka tidak masalah dulu, yang penting anak-anak bisa belajar bersama,” paparnya.

Dia tidak merasa keberatan gudangnya jadi tempat KBM tatap muka, walaupun tetap berharap agar mewabahnya Covid-19, terutama di Sumenep, segera berlalu, agar semua aktivitas bisa normal kembali.
“Sebenarnya bisa di luar gudang, tapi berhubung ramai dari kendaraan saya taruh di dalam saja,” pungkasnya (waw).

Komentar

News Feed