Relokasi 250 PKL di Kawasan Arlan Pamekasan Tunggu Penyelesaian Pengerjaan Food Colony

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ALI WAFA) BUTUH TEMPAT: Sejumlah PKL masih kerap beroperasi di Arek Lancor saat Minggu pagi.

KABARMADURA.ID | PAMEKASANPedagang kaki lima (PKL) di Pamekasan belum sepenuhnya tertib. Sebab, sejumlah pedagang masih tetap beroperasi di beberapa titik yang dilarang bagi PKL. Hal itu terlihat saat hari Minggu pagi, PKL masih beroperasi di area Arek Lancor (Arlan).

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pamekasan Kusairi mengaku, telah mewanti-wanti kepada PKL untuk tidak beroperasi di Arlan. Namun tetap saja membandel. Pihaknya perlu kerja sama dari semua pihak untuk menertibkan PKL. Salah satunya dari Dinas Koperasi dan UMKM setempat.

“Karena eks rumah sakit itu belum bisa ditempati. Kalau itu sudah siap nanti PKL diarahkan ke sana,” ucap Kusairi.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Pamekasan Abdul Fata menerangkan, relokasi PKL Arlan masih menunggu selesainya pembangunan food colony di eks rumah sakit umum daerah (RSUD) di Jalan Kesehatan. Sementara itu, pihaknya masih merencanakan pemasangan atap di lokasi tersebut.

“Sebelum eks RSUD itu digunakan ada program atapisasi yang sifatnya tidak permanen. Itu nanti akan digunakan oleh PKL,” ungkap Fata.

Pihaknya berencana melakukan lelang pemasangan atap pada tahun ini. Namun, waktu pengerjaannya tersebut belum bisa ditentukan. Sebab, tergantung pada kinerja pihak ketiga pemenang tender nanti. Sebagai antisipasi, pihaknya sudah memfasilitasi PKL Arlan untuk bisa menempati lapangan Sedangdang.

“Kami melibatkan koordinator PKL dan pedagang buah. Kami meminjam lapangan ke pak Dandim, alhamdulillah direstui,” terang Fata.

Fata menyebutkan, 250 PKL Arlan akan direlokasi ke food colony atau kawasan pusat jajanan serba ada (pujasera). Namun, dia memastikan, relokasi tidak bisa dilaksanakan pada tahun 2021. Sebab waktu pengerjaan pemasangan atap sudah mepet.

“Lelangnya bulan ini. Makanya saya kembalikan lagi, tergantung pemenangnya nanti. Bisa dilaksanakan atau tidak, karena ini sudah mepet,” ujarnya.

Reporter: Ali Wafa

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *