oleh

Relokasi Belum Jelas, Bupati Izinkan PKL Kembali Berdagang

Kabarmadura.id/Bangkalan– Setelah melalui perdebatan panjang antara Pedagang Kaki Lima (PKL) dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan yakni Satpol PP dan Dinas Perdagangan (Disdag), kini, Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron akan mengizinkan para PKL kembali berdagang ke tempat semula. Namun, izin tersebut hanya sementara saja sampai ditemukannya lokasi relokasi yang sesuai.

“Kalau tempat alternatif nya sudah selesai tetap akan dipindah. Kita perbolehkan hanya sementara sampai tempatnya selesai. Yang harus diingat meski sementara mereka harus komitmen untuk menjaga kebersihan. Jangan sampai menyisakan sampah,” tambahnya.

Masih menurut lelaki yang kerap disapa Ra Latif ini, dipindahkannya para PKL ini karena Kabupaten Bangkalan sudah menjadi perhatian darurat sampah dari Pemprov Jatim, bahkan Pemerintah Pusat. Ditambah, hampir 10 tahun ini Kabupaten Bangkalan tidak mendapatkan anugerah Adipura.

Sedangkan lokasi relokasinya sendiri, ia dengan Satpol PP dan Disdag sepakat akan dipindahkan ke beberapa lokasi. Bagi PKL yang masih tidak ingin pindah, menurut Ra Latif, akan tetap dipindahkan sembari menunggu lokasi yang sesuai. Ia mengaku sudah menyiapkan beberapa lokasi seperti halnya di dalam Alun-Alun Bangkalan, daerah wisata baru di Bancaran, dan di Stadion R.P. Moh. Noer atau lapangan skep.

“Dari lokasi ini nantinya akan menjadi rembukan kami dengan para PKL serta evaluasi bagi pemerintah agar para PKL tidak seenaknya berjualan di wilayah Bangkalan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Bangkalan Irman Gunadi menyampaikan, penertiban para PKL sendiri dikarenakan selama ini lokasi yang ditempati mereka adalah tempat umum. Dalam Peraturan Daerah (Perda) maupun Perpres, tempat umum memang dilarang untuk dijadikan lokasi berjualan para PKL.

“Alternatifnya sebelumnya telah disepakati relokasi akan kita tempatkan di belakang kantor Dinas Perhubungan (Dishub) dan ada di Lapangan Sapi, di Bancaran dan di dalam Alun-Alun,” ungkapnya.

Sebelumnya sendiri, menurut Irman, para PKL sebenarnya boleh berjualan di lokasi penertiban asal sore hari jam 16.00 hingga malam. Selain jam itu, pihaknya berharap para PKL berjualan di tempat yang telah disediakan nanti.

“Itu hasil rapat kesepakatan sebelumnya di ruang sekda akhir bulan kemarin,” tukasnya. (ina/pai)

Komentar

News Feed