oleh

Relokasi Belum Jelas, PKL Tempati Trotoar

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN  – Pembangunan pusat jajanan serba ada (Pujasera) di lahan eks rumah sakit umum  Jalan Kesehatan Pamekasan, lama rampung. Namun, tempat yang akan menjadi lokasi operasi pedagang kaki lima (PKL) itu, belum dioperasikan secara maksimal.

Sesuai rencana pemerintah, sebanyak 169 PKL akan menempati Pujasera. Hanya saja, hingga saat ini belum direlokasi. Sebelumnya, Plt. Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Pamekasan, Abdul Fata mengaku, molornya pelaksanaan relokasi akibat dari pembatasan kegiatan masyarakat (PKM)

Kendati begitu, pada sisi yang lain, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pamekasan terus melakukan operasi dan razia kepada sejumlah PKL yang memaksa beroperasi di sejumlah titik. Utamanya, lokasi yang  dilarang berdasar peraturan daerah (perda).

Kepala Satpol PP Pamekasan, Kusairi menjelaskan, sejumlah titik lokasi yang kerap ditempati, Monumen Arek Lancor, Pasar Sore, dan di sepanjang trotoar Jalan Gadin, Jokotole, serta Agus Salim.

Pihaknya tidak bermaksud menghalangi warga dalam menjalankan usahanya dan mengganggu aktivitas ekonomi warga. Sebab, pemerintah sudah menyiapkan tempat. Sehingga, diharapkan agar PKL menempati tempat tersebut. Dia mengajak, agar warga bisa bahu membahu, mematuhi perda dan menjaga keasrian Kabupaten Pamekasan.

Sementara itu, Sekretaris Komisi II DPRD Pamekasan, Moh. Ali meminta pemkab untuk segera mencarikan solusi bagi para PKL yang tidak memiliki tempat untuk beroperasi. Sebab, jika relokasi belum dilaksanakan, PKL akan kebingungan. Menurutnya, para PKL memerlukan sumber pendapatan agar bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

Dia berharap, pemkab segera melakukan kajian agar dapat mempercepat rencana lokasi PKL. Sebab, sepanjang jalan kota Pamekasan sudah dipenuhi PKL. “Harus ada jalan keluarnya. Kalau diminta bersabar, mereka mau makan apa,” responnya. (ali/ito)

Komentar

News Feed