oleh

Relokasi PKL Arek Lancor Gunakan Anggaran Rp2,5 Miliar

Kabarmadura.id/PAMEKASAN-Setelah diberikan toleransi, rencana relokasi pedagang kaki lima (PKL), kembali digulirkan. Relokasi PKL yang berjualan di are taman Arek Lancor itu, rencananya akan menghabiskan anggaran Rp2,5 miliar.

Anggaran dengan jumlah cukup besar itu, tentunya tidak untuk dibagikan pada para PKL. Namun Pemkab Pamekasan akan memanfaatkan anggaran tersebut untuk membangun sebuah tempat yang strategis, kemudian ditempati para PKL berjualan.

Ketua DPRD Pamekasan Halili Yasin mengatakan, dana tersebut dianggarkan eksekutif dalam APBD tahun 2019. Nantinya, anggaran tersebut akan dimanfaatkan untuk membangun sejumlah fasilitas pendukung untuk relokasi PKL.

Mulai dari pembangunan gazebo, tempat berjualan, pavingisasi, serta sejumlah sarana dan prasarana penunjang lain, yang memudahkan PKL dalam berjualan. Sehingga, dengan alternatif tersebut, para PKL tidak akan lagi menolak rencana pemerintah untuk direlokasi dari zona terlarang.

“Anggarannya sudah ada, tinggal lelang dan pengerjaannya, kita sudah setujui pada pembahasan RAPBD lalu,” terangnya Minggu (31/3).

Halili berharap, pihak ekseskutif bisa memaksimalkan pemanfaatan anggaran tersebut untuk memfasilitasi para PKL yang beroperasi di taman Arek Lancor. Harapannya, tidak ada lagi PKL yang menempati miniatur Pamekasan tersebut, sehingga penataan kota bisa dilakukan dengan maksimal.

Selain itu, politikus PPP itu juga meminta, agar pemerintah ekesekutif bisa melakukan pendekatan secara persuasif, untuk menyatukan pemahaman, agar para PKL tidak lagi memberontak saat akan dilakukan relokasi.

“Sebelum direlokasi pemerintah harus duduk bersama dengan PKL,” katanya.

Sementara itu, Ayyub salah satu PKL yang mengaku sudah enam tahun menempati taman Arek Lancor untuk berjualan bakso, berencana tidak akan pindah dari zona bebas PKL tersebut, sebelum pemerintah kabupaten menyediakan tempat berjualan bagi para PKL.

Sebab menurutnya, selama ini pemerintah hanya meminta para PKL untuk pindah dari ruang hijau itu, tanpa menawarkan tempat berjualan yang baru pada PKL. Padahal menurutnya, selama ini Arek Lancor sudah menjadi ladang pencarian nafkah bagi para PKL.

“Sebelum ada tempat berjualan baru yang dikhususkan untuk kami, kami akan tetap bertahan di sini,” tukasnya.

Bupati Pamekasan Badrut Tamam, berjanji tetap akan memberikan pelayanan terbaik kepada para PKL asal Pamekasan tanpa terkecuali. Pemerintah kabupaten saat ini tengah menyusun sejumlah program yang berpihak pada pengembangan PKL Pamekasan.

Oleh sebab itu, para PKL diharap untuk bersabar dan bersama-sama pemerintah membangun sektor perekonomian dari bawah. Namun demikian, dirinya juga mengingatkan agar PKL tetap menjaga kondisi kota agar tetap bersih dan asri.

“Kita akan berikan yang terbaik untuk pertumbuhan ekonomi di Pamekasan,” pungkasnya. (pin/waw)

 

Komentar

News Feed