Relokasi PKL di Taman Aren Lancor Tunggu Pembangunan Fasilitas Pendukung Selesai

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) PENERTIBAN: Sejumlah aparat Satpol PP saat sedang menertibkan PKL di area kota Pamekasan.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN –Gejolak pedagang kaki lima (PKL) di Pamekasan berhasil dimediasi oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) setempat. PKL dan sejumlah aktivis lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang sebelumnya menjembatani PKL sepakat menunggu realisasi relokasi PKL ke pusat jajanan serba ada (pujasera) di Jalan Kesehatan Pamekasan.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Satpol PP Pamekasan Kusairi. Menurutnya, tuntutan para PKL sebelumnya karena dilatarbelakangi oleh kesulitan memperoleh penghasilan saat wabah Covid-19, karena taman Arek Lancor (arlan) yang sebelumnya dibuka untuk mereka, kemudian diisolasi karena wabah Covid-19.

Bacaan Lainnya

Mereka menuntut agar lokasi pujasera segera ditempati. Jika pujasera belum bisa ditempati, mereka memaksa untuk menempati area arlan. Namun, Kusairi menegaskan, pihaknya memiliki aturan yang harus ditegakkan. Bahkan, jika PKL tetap memaksa beroperasi di area arlan, pihaknya tidak akan segan untuk mengusirnya.

“Kan kita punya aturan. Tetap aturan itu kita berlakukan, tapi pendekatan secara persuasif,” ujar Kusairi.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (plt) Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Abdul Fata menjelaskan, relokasi PKL sejatinya bisa dipercepat jika tidak terjadi refocusing anggaran. Namun, karena adanya refocusing anggaran pembangunan infrastruktur penunjang di pujasera belum bisa dilaksanakan. Sementara relokasi PKL perlu menunggu selesainya pembangunan.

“Seandainya tidak ada Covid-19, tidak ada pemangkasan anggaran, itu tahun kemarin sudah selesai,” ungkapnya.

Dia mengaku tidak bisa memastikan pelaksanaan relokasi PKL. Sebab, di lokasi pujasera masih membutuhkan fasilitas pendukung; seperti; toilet, musala, lahan parkir dan atap. Di lokasi tersebut juga akan dibuatkan bangunan semi permanen semacam kios yang diperuntukkan untuk para PKL. Bagian perencanaan bersama konsultannya akan mendesain model pujasera tersebut.

“Kalau anggarannya sudah ada di kami. Kami berusaha sekuat tenaga agar fasilitas itu sesegera mungkin dilakukan. Tapi kita lihat kajian-kajiannya,” ucap Fata. (ali/maf)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *