oleh

Remda Dlemer Jaga Desa dari Covid-19

KABARMADURA.ID, BANGKALAN, KWANYAR-Sebagian pemuda di Madura mengambil peran dalam memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang masih mewabah. Seperti halnya anggota Karang Taruna Remaja Desa (Remda) Dlemer Kecamatan Kwanyar, Kabupaten Bangkalan yang gencar melakukan penyemprotan cairan desinfektan di setiap rumah milik warga setempat.

Ketua Karang Taruna (Kartar) Desa Dlemer, Hermanto, menyampaikan bahwa pemuda yang tergabung dalam organisasi kepemudaan di desa sudah lebih maju. Salah satunya dibuktikan dari kesungguhan anggota dalam membantu penyemprotan disinfektan. “Yang kami incar bukan hanya kebersihan rumahnya, tetapi kesadaran warga agar mau hidup bersih,” ulasnya.

Menurutnya, kesadaran masyarakat untuk menjaga dirinya sendiri lebih penting daripada rutinitas penyemprotan cairan disinfektan. Berkat konsistensi pemuda melakukan kegiatan itu, akhirnya pemikiran warga mulai terbuka. “Awalnya dulu kami hanya didukung oleh kepala desa saja, jadi dulu masih tidak ada banyak bantuan,” tuturnya.

Setelah beberapa bulan, kesadaran masyarakat mulai berkembang. Bahkan, banyak dari mereka menyadarkan orang-orang di sekitarnya agar juga mau menjaga kebersihan diri. “Akhirnya kami ada yang bantu, yang awalnya hanya segelintir, sekarang sudah separuh dari warga membantu kegiatan penyemprotan itu,” paparnya.

Lelaki yang akrab disapa Herman itu, menargetkan, setiap rumah bisa dilakukan penyemprotan. Setidaknya dalam satu minggu ada tiga kali kegiatan penyemprotan untuk satu rumah. “Kami menempatkan satu regu untuk satu dusun, dan satu regu bisa terdiri dari tiga anggota,” terangnya.

Selain dibantu masyarakat sekitar, mereka juga dibantu oleh petugas TNI/Polri yang berada di Kecamatan Kwanyar. Sehingga kegiatan terus berlangsung dengan efektif. “Kami komitmen akan melakukan kegiatan ini sampai kesadaran masyarakat bisa merata,” tambahnya.

Terkait sumber dana pembelian cairan desinfektan, mereka mendapat dukungan  kepala desa. Tentu juga dengan berinovasi mencari sumber sumbangan dana lainnya. “Kami juga didukung pendanaan dari kepala desa, anggota, dan juga warga, jadi insya Allah tidak kekurangan,” pungkasnya. (km59/maf)

Komentar

News Feed