Rencana Gedung Baru DPRD Pamekasan Kembali Diundur

  • Whatsapp
(FOTO: KM/ ALI WAFA) DITUNDA: Rencana pembangunan gedung DPRD Pamekasan tidak bisa terealisasi hingga tahun 2022.

KABARMADURA.ID, PAMEKASAN –Rencana pembangunan gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan terancam tidak dapat terlaksana hingga tahun 2022 mendatang. Hal itu dikarenakan kondisi keuangan daerah yang banyak terkuras untuk biaya penanganan Covid-19.

“Kalau keuangannya seperti sekarang, kemungkinan besar 2022 belum bisa terbangun,” ucap Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pamekasan Taufikurrachman.

Bacaan Lainnya

Menurut Taufik, untuk membiayai belanja-belanja yang sifatnya wajib saja kesulitan. Bahkan, tidak hanya pembangunan gedung DPRD, tetapi untuk pembangunan lain dan juga pengadaan mobil untuk tahun ini ditunda.

Rencana awalnya, perencanaan pembangunan gedung tersebut serta penentuan lahan akan diselesaikan tahun ini, kemudian pada tahun 2022 sudah dapat dilaksanakan. Sementara rencana lokasi awal yaitu di lahan yang saat ini ditempati kantor pemerintah daerah (pemda) bagian timur.

Dia menaksir, anggaran yang dibutuhkan untuk biaya pembangunan tidak kurang dari Rp50 miliar. Pihaknya mengaca pada pembangunan gedung DPRD di Kabupaten Bangkalan. Namun anggaran tersebut belum termasuk biaya pembelian lahan.

“Kalau misal kita bangun di pemda timur tanpa tanah, ya kira-kira segitu. Tapi kan, harga satuan tiap tahun berubah,” paparnya.

Sementara itu, Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan Masrukin mengungkapkan, kantor DPRD Pamekasan saat ini sudah sangat tidak layak dijadikan kantor wakil rakyat. Sebab, kapasitasnya gedungnya sangat sempit.

“Kalau ada audiensi, penyampaian aspirasi dari masyarakat tidak muat. Kita hanya punya satu ruang sidang paripurna,” ujarnya.

Menurutnya, rencana ini harus ditindaklanjuti secara serius. Sebab, keterbatasan kapasitas pada gedung DPRD Pamekasan sangat mengganggu aktivitas pekerjaan di kantor DPRD. Pihaknya berharap, rencana tersebut dapat segera terealisasi.

“Kalau toh belum bangun, paling tidak di sini ditambahi lah fasilitas ruangan penunjang sementara,” tukasnya.

Karena menurutnya, masyarakat Pamekasan terbilang sangat aktif dalam menyampaikan aspirasi sehingga perlu melayani mereka dengan fasilitas yang memadai. Setiap tahun, pihaknya selalu mengusulkan rencana tersebut. Namun harus terkendala oleh refocusing anggaran untuk penanganan wabah Covid-19. (ali/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *