Rencana Pakai Dana Darurat, Perbaikan 2 Jembatan Roboh Belum Ada Kepastian

  • Whatsapp
(KM/HUMASPROTOKOLBANGKALAN) RUSAK: Bupati Bangkalan beserta Kepala PUPR Bangkalan dan BPBD meninjau lokasi langsung jembatan roboh di Kecamatan Kokop

Kabarmadura.id/Bangkalan-Dua jembatan penghubung antar desa yang roboh dan mengalami kerusakan mulai mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan. Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Bangkalan berencana mengajukan pemakaian Belanja Tak Terduga (BTT) untuk memperbaiki jembatan penghubung antara Kecamatan Geger dan Konang yang terletak di Desa Dabung, Kecamatan Geger beberapa hari yang lalu.

Kepala bidang (Kabid) Bina Warga Wildan Yulianto mengatakan akan mengirim surat ke Badan Pengelola Keuangan Aset Daerah (BPKAD) agar segera bisa menggunakan BTT untuk memperbaiki jembatan tersebut. Setelah mengirimkan Surat Pernyataan Bencana dari BPBD, biasanya BPKAD akan segera memproses pengajuan BTT.

Bacaan Lainnya

“Surat laporan kejadian bencana dari Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) beserta usulan RAB jembatan dari PUPR. Nanti BPKAD yang melapor ke Pak Bupati. Nanti setelah berkas dinyatakan lengkap, BPKAD akan meminta persetujuan Bupati untuk mengeluarkan BTT,” jelasnya.

Sementara itu, mengenai anggaran kapan perbaikan akan dilakukan, pihaknya masih belum bisa memberikan kepastian. Karena perbaikan yang dilakukan untuk kedua jembatan tersebut harus melibatkan beberapa organisasi perangkat daerah (OPD), pihaknya belum bisa memberi kepastian kapan perbaikan akan dilakukan.

“Kami belum bisa kasih jawaban mas. Karena terkait lintas OPD yang jelas dana yang dibutuhkan sekitar 400-500 juta,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Taufan Zairinsyah mengungkapkan,  jembatan tersebut siap dianggarkan dari dana tak terduga. Namun sebelumnya harus ada assessment dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Dirinya mengaku, usai mendengar kabar ambruknya dua jembatan tersebut langsung meninjau lokasi bersama Bupati Bangkalan dan sudah melakukan kajian di lapangan. Kemudian kajian itu akan buatkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk segera diajukan.

“Kita dan tim secepatnya akan kita selesaikan kajian di bawah, agar segera ketahuan berapa anggaran yang dibutuhkan untuk perbaikan jembatan yang di Kecamatan Kokop,” paparnya.

Sementara itu, Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron mengatakan, untuk sementara masyarakat setempat telah membangun jembatan darurat yang terbuat dari bambu sehingga akses jalan tetap bisa digunakan. Namun , ia mengimbau agar warga terus berhati-hati ketika melewati jembatan sementara dan mengintruksikan BPBD Bangkalan, maupun kepala desa, camat dan masyarakat untuk melakukan pemantauan di lokasi sehingga tidak membahayakan masyarakat terlebih ketika hujan deras dan air sungai kembali meluap.

“Kami berharap masyarakat di kedua desa, yakni Desa Tlokoh dan Desa Dabung untuk bersabar. Pemkab Bangkalan akan segera mengambil langkah untuk membangun kembali kedua akses jembatan tersebut, sehingga bisa dimanfaatkan kembali oleh masyarakat,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, jembatan di salah satu desa di Kecamatan Geger ambruk, Sabtu (1/3) malam. Padahal jembatan tersebut merupakan jembatan penghubung di dua desa. Dua desa tersebut yakni Desa Kombangan dan Desa Dabung.

Kemudian pada Rabu Sore (4/3) disusul jembatan di Desa Tlokoh , Kecamatan KoKop dan Jembatan itu terputus akibat longsor dan tergerus air derasnya air sungai .

Hujan deras yang beberapa hari terjadi di Kabupaten Bangkalan, menyebabkan aliran sungai di kedua desa tersebut deras dan meluap. Akibat terjangan air bah tersebut, kedua jembatan yang menjadi akses jalan bagi masyarakat desa tersebut ambrol dan terputus, dampaknya jembatan Tlokoh yang menjadi akses dengan desa Durjan menjadi terganggu demikian juga dengan akses jembatan di Desa Debung. (ina/pai)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *