Rencana Parkir Langganan di Bangkalan Terkendala Jukir

  • Whatsapp
(FOTO: KM/HELMI YAHYA) BERTUGAS: Petugas parkir saat menunggu pelanggan di Jalan Panglima Sudirman, Bangkalan kemarin.

KABARMADURA.ID, BANGKALAN -Parkir berlangganan yang sudah digagas sejak 2020 lalu, sampai saat ini masih sebatas wacana.  Meski Dinas Perhubungan (Dishub) Bangkalan berjanji akan merealisasikan sebelum tahun 202,1 namun hinggi ini tak kunjung ada kejelasan.

Sekretaris Dinas Perhubungan Banglalan Ahmad Siddik melalui Kepala TU Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perhubungan Irfan Hidayat menyampaikan, sudah berencana merealisasikan maka pada Kamis, (25/2) mendatang. Namun karena ada beberapa kendala akhirnya belum bisa terlaksana.

Bacaan Lainnya

”Kami rencananya akan mulai Kamis kemarin, tapi ternyata kepala dinasnya masih ada acara di luar,” katanya.

Menurut Irfan, persiapan untuk memulai parkir berlangganan sudah siap. Tetapi untuk penjelasan teknis kepada para juru parkir masih belum dilakukan. Selain ada faktor kesibukan lain, pengumpulan pengelola dan juru parkir juga memang cukup sulit.

”Pemberlakuan ini sudah disepakati bersama, makanya sosialisasi harus dilakukan terlebih dahulu,” ulasnya.

Dalam praktiknya juru parkir nantinya juga akan diberikan upah bulanan. Selain itu, pada jukir akan diminta lebih tertib dalam melaksanakan tugasnya. Sebab. Di Bangkalan ada sekitar 60 titik, dan ada 170 petugas jukir. Jukir tersebut nanti akan tersebar di beberapa titik lokasi yang berbeda.

”Operasionalnya saja nanti kami butuh dana miliaran lebih. Semoga awal Maret nanti bisa direalisasikan,” paparnya.

Salah satu juru parkir tepi jalan Hasanul Mubarok mengaku belum mengetahui tentang rencana parkir berlangganan. Bahkan, menurutnya parkir berlangganan nantinya akan membuat penghasilan jukir lebih terbatas.

”Secara upah, nantinya memang bisa memberikan jaminan agar para jukir pasti dapat keuntungan, tapi disisi lain, itu juga membatasi penghasilan kami,” tuturnya.

Hasanul menginginkan, agar upahnya bisa diberikan merata. Sehingga jukir tidak memungut lagi parkir di tepi jalan. Paling tidak standar penentuan upah juga berdasarkan faktor keramaian di titik tersebut. Sehingga jika tidak mengacu pada itu. Tentu akan timbul masalah dalam praktiknya nanti.

”Semoga nanti saya bisa ikuti sosialisasinya, agar bisa mengetahui dan terlibat dalam penerapan parkir berlangganan nantinya,” pungkasnya. (km59/mam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *