oleh

Rencana Pembangunan JLS Kian Terlupakan

Kabarmadura.id/SAMPANG-Rencana Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang untuk merealisasikan mega proyek Jalan Lingkar Selatan (JLS) hingga kini tidak kunjung nampak ke permukaan. Padahal proses pembebasan lahannya sudah dimulai sejak tahun 2008 silam, saat kepemimpinan Bupati Sampang Noer Tjahja.

“Sudah lebih dari 10 tahun realisasi JLS hingga kini tidak pernah ada geliat akan dimulai,” kata Ketua Lembaga Kajian Kebijakan, Analisis dan Advokasi Anggaran Strategis (LeKKAAS) Kabupaten Sampang, Puji Raharjo.

Desakannya tersebut, dalam rangka mempercepatan pembangunan JLS. Apalagi proses pembebasan lahan yang tinggal menyisakan puluhan kepala keluarga (KK), sehingga prospek pembangunannya tidak dianggap sia sia.

“Saya melihat, proses pembebasan lahannya sudah berjalan dan tinggal puluhan KK saja yang belum dibebaskan, artinya proses ini tidak boleh terhenti, dan cepat terealisasi dengan maksimal,” tambahnya.

Dengan terealisasinya JLS, nantinya ada dasar untuk dana pusat diturunkan kepada Pemkab Sampang untuk menyokong mega proyek lingkar luar Kota Sampang tersebut.

“Nah Pemkab Sampang dari awal difokuskan untuk proses pembebasan lahan, untuk fisik proyeknya nantinya jelas akan menggunakan dana pusat,” tegasnya.

Langkah tersebut dianggap sangat mendesak, karena sangat dibutuhkan. Pasalnya, dengan dialihkannya pengelolaan jembatan timbang yang hingga kini tidak ada kejelasannya, membuat banyak truk muatan lebih melintas di dalam Kota Sampang.

“JLS ini bukan penghubung dengan Kecamatan Pangarengan, JLS ini lingkar selatan Kota Sampang yang meliputi Dusun Kotem Indah Desa Pangongsean, ke selatan, Desa Patarongan, Kelurahan Karang Dalam dan Keluran Polagan hingga tembus jalan Makbul,” tukasnya.

“Kalau dilihat dari rencana awal, kurang lebih tersisa enam KK, dan kebetulan sekarang mau dan bersedia asal ada ganti rugi yang jelas, kalau dilihat dari volumenya ini anggarannya tidak sampai Rp10 miliar,” tandasnya. (awe/waw)

Komentar

News Feed