Rencana Perluasan Pasar Pragaan Dinilai Tidak Efektif

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN ) MENGGANGGU: Pedagang kambing leluasa berjualan di depan SDN Pragaan Laok I setiap hari Rabu.

KABARMADURA.ID | SUMENEP -Penanganan terhadap kondisi Pasar Pragaan yang overload sampai saat ini belum ada kejelasan. Kendati Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep sempat berencana melebarkan kapasitas pasar, dengan memanfaatkan lahan kosong di sekitar pasar, namun rencana itu gagal dengan pertimbangan pasar tersebut tidak efektif.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Disperindag Sumenep Ardiansyah Ali Sochibi mengatakan, pasar yang berada di Desa Prenduan Kecamatan Pragaan itu, sebenarnya sudah dipertimbangkan. Namun, karena pasar tersebut pasar mingguan, maka keberadaannya masih dipertimbangkan kembali.

“Dan karena hanya pasar mingguan saja, maka jika tetap ditambahkan bangunan atau diperluas itu kurang lah, kan ramainya hanya 1 hari sementara 6 harinya tidak terpakai,” katanya, Rabu (20/10/2021).

Ardi menambahkan, persoalan pasar di Kota Keris ini memang mempunyai dinamika tersendiri. Sehingga untuk Pasar Pragaan sendiri hanya sekadar direncanakan, artinya untuk tahun ini sudah tidak ada pembangunan fisik untuk pasar.

“Paling nanti hanya didata saja, karena rata-rata pedagang itu tidak menetap di sana. Maka tidak mungkin dibangun lagi, kami coba akan buat perjanjian pedagang yang siap menatap di sana,” imbuhnya.

Sebelumnya, pasar yang menampung pedagang dari luar kabupaten itu, mengganggu aktivitas lalu lintas. Bahkan kegiatan belajar mengajar (KBM) di salah satu sekolah di dekat pasar tersebut.

Amir Hamzah selaku salah satu tenaga pendidik dan operator sekolah di Kecamatan Pragaan menyampaikan, pasar tradisional yang biasa disebut dengan Pasar Rebbuwen itu, aktivitasnya sangat mengganggu KBM di SDN Pragaan Laok I.

Aktivitas pasar sudah meluap di sepanjang 300 meter jalan protokol, sepanjang jalan tersebut telah ditempati sebagai transaksi jual beli kambing sehingga sangat meresahkan warga sekolah, termasuk pemilik rumah di sepanjang jalan tersebut.

“Kotoran yang berserakan, bau yang menyengat, taman yang rusak, dan pagar yang dijadikan sasaran penambatan tali pengikat kambing merupakan imbas dari aktivitas di pasar itu,” ungkapnya.

Reporter: Moh Razin

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *