Rencana Revisi RTRW Sumenep Bakal Alihkan Area Pertanian jadi Bangunan

  • Whatsapp
(FOTO: KM/MOH RAZIN) JADI KORBAN: Kawasan pertanian di area perkotaan Sumenep akan dialihfungsikan menjadi area bangunan.

KABARMADURA.ID, SUMENEP-Selain berencana mereview poin tentang tambang fosfat, dalam Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Sumenep, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumenep juga akan merevisi aturan tentang pengalihan sektor pertanian ke sektor bangunan.

Kepala Bappeda Sumenep Yayak Nurwahyudi menyampaikan, ada sekitar 25 ribu hektar sektor pertanian di area perkotaan akan dialihkan, termasuk kawasan serap, meski diakui Sumenep akhir-akhir ini menjadi langganan banjir.

Bacaan Lainnya

Kawasan pertanian akan dipindahkan ke daerah Kecamatan Pasongsongan, kawasan serap ke daerah Asta Tinggi. Seputar perkotaan, termasuk kawasan pertanian di sekitar pertigaan menuju Terminal Arya Wiraraja, saat ini sudah ditimbun untuk proses pembangunan.

“Kalau di sana (Jalan Trunojoyo, Desa Kolor, Kecamatan Kota dan Batuan lingkar barat) kawasan pertanian, tapi pengajuan review akan dialihkan ke kawasan pembangunan,” kata Yayak, Senin (29/2/2021).

Namun aktivitas penimbunan lahan yang berlokasi di Jalan Trunojoyo, Desa Kolor, Kecamatan Kota Sumenep tersebut, terdeteksi belum mengantongi izin dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep.

Kepala Bidang Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Sumenep Kukuh Agus Susyanto mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum menerima permohonan pengajuan izin terkait aktivitas penimbunan lahan di sekitar pertigaan menuju terminal Arya Wiraraja itu.

“Jadi kalau terkait aktivitas penimbunan itu memang sampai saat ini tidak ada permohonan yang masuk ke kami,” tutur Kukuh.

Meski belum berizin, pihaknya tidak dapat berbuat banyak, apalagi berupa penindakan. Kukuh beralasan bukan ranahnya untuk mengintervensi perizinan terlebih dahulu, namun instansinya hanya memproses permohonan izin ketika ada permohonan.

“Kalau misalkan nanti ada permohonan izin tentunya kami akan kaji. Nanti yang bisa menjelaskan itu semua adalah tim teknis. Kami di sini hanya sebagai koordinator,” jelas dia. (ara/waw)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *