Renovasi 13 Jembatan Tembus Rp6,8 M

  • Whatsapp
MEMPRIHATINKAN: Salah satu kondisi jembatan di Kabupaten Sampang yang butuh perbaikan.

Kabarmadura.id/Sampang-Kondisi sejumlah jembatan penghubung antar desa, hingga kecamatan di Kabupaten Sampang, cukup memprihatinkan. Tak ayal, untuk memperbaiki jembatan yang menjadi akses perekonomian masyarakat itu, tahun ini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat, menyiapkan dana pembangunan dan renovasi jembatan hingga tembus Rp6,8 miliar.

Anggaran fantastis yang bersumber dari dana alokasi umum (DAU) itu, akan dimanfaatkan untuk membangun dan merenovasi sekitar 13 titik jemabatam yang tersebar di Kabupaten Sampang.

Kepala Dinas PUPR Sampang Sri Andoyo Sudono melalui Kepala Bidang (Kabid) Jalan dan Jembatan Hasan Mustofa mengatakan, program pembangunan dan renovasi jembatan di wilayahnya akan dilakukan secara bertahap. Hal itu dilakukan untuk menyesuaikan dengan kemampuan anggaran yang ada. 

Dikatakan Hasan (sapaan akrabnya) sepanjang tahun anggran 2019, ada sebanyak 13 paket pembangunan jembatan yang tersebar di berbagai wilayah di kota Bahari. Setiap renovasi jembatan dianggarkan sesuai kebutuhan di lapangan.

“Total anggaran senilai Rp6,8 miliar bersumber dari DAU, anggaran setiap jembatan bervariasi. Saat ini sudah tahap pengerjaan semua,” kata Hasan saat dikonfirmasi Kabar Madura, kemarin (16/9).

Lebih lanjut dirinya menjelaskan, penentuan rekanan pelaksana program pembangunan jembatan tersebut, sudah dilakukan melalui tahap lelang terbuka. Saat ini progress realisasi sudah dalam tahap pelaksanaan, karena surat perintah kerja (SPK) sudah turun sejak tanggal 5 September kemarin.

“Kemungkinan sudah mulai proses penggalian dan pemasangan pondasi jembatan, sebab waktu pengerjaan pembangunan jembatan ini harus selesai selama 110 hari kedepan, terhitung sejak SPK turun,” jelasnya.

Lanjut Hasan, mekanisme pencairan anggaran pembangunan jembatan dilakukan berdasarkan perhitungan Mutual Check (MC), atau dicairkan setiap bulan sesuai progres pengerjaan fisik di lapangan. 

Untuk itu Hasan meminta, agar semua rekanan pelaksana pembangunan jembatan, untuk segera mengerjakan proyek pembangunan, utamanya bagian pondasi atau bangunan bawah agar pengerjaan bisa segera selesai.

“Kami meminta para rekanan segera mengerjakan, jangan menunda-nunda, khusus bagian pondasinya harus segera selesai, karena takut hujan segera turun,” tukas Hasan (sub/pin).

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *