Resmi Ditahan, Mantan Kadisdik “Bernyanyi”

  • Whatsapp
PASRAH: Kejari Sampang resmi menahan tersangka JR yang merupakan mantan Kadisdik setempat atas kasus dugaan korupsi pembangunan RKB SMPN 2 Ketapang, Kemarin.

Kabarmadura.id/Sampang-Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Sampang, kembali menerima pelimpahan tersangka dalam kasus dugaan korupsi SMPN 2 Ketapang. Tersangka tersebut yakni JR yang tak lain merupakan mantan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Sampang. Saat ini JR resmi ditahan di Rumah Tahanan Negara (Rutan) kelas IIB Sampang, pada Senin  (30/9/2019).

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sampang Edi Sutomo mengatakan, setelah dilakukan pemeriksaan kurang lebih selama 3 jam oleh tim penyidik kejaksaan terkait kasus dugaan korupsi pembangunan RKB SMPN II Ketapang, akhirnya, Kejari memutuskan untuk melakukan penahanan terhadap tersangka JR selama 20 hari ke depan.

Menurut dia, upaya penahanan itu, berdasarkan alasan subyektif, yakni sesuai pasal 21 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Dan alasan objektif sesuai pasal 21 ayat (4) KUHAP, tentang penahanan tersangka dengan ancaman hukumannya lebih dari lima tahun penjara.

“Penahanan tersangka JR yang merupakan Mantan Kadisdik ini, karena takut melarikan diri, menghilangkan barang bukti, dan mengulangi perbuatannya, maka tersangka ditahan di Rutan setempat, selama 20 hari kedepan,” kata Edi Sutomo, Senin (30/9).

Ia menjelaskan, tersangka JR tersebut diketahui sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam perkara itu. Edi sapaan akrabnya menegaskan, tersangka JR itu merupakan tersangka terakhir yang dilakukan penahanan terkait kasus dugaan korupsi pembangunan RKB SMPN II Ketapang.

Dalam kasus dugaan korupsi pembangunan RKB itu, terdapat 7 orang tersangka dalam lima berkas perkara dan sebagian berkas perkara sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Surabaya untuk di sidangkan. 

“Untuk tersangka JR ini, dijerat pasal 2, 3 Juncto pasal 7 ayat I huruf B undang-undang tindak pidana korupsi dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” terangnya.

Sementara itu, tersangka JR mengaku kaget atas kasus yang menimpanya. Sebab, dirinya sebagai pelapor dalam peristiwa ambruknya pembangunan RKB SMPN 2 Ketapang. Kendati begitu, JR tetap menerima dengan ikhlas atas kasus yang menimpanya dan dilakukan penahanan.

JR membeberkan, kasus pembangunan yang ambruk atau roboh itu, sejatinya tidak hanya terjadi di gedung SMPN 2 Ketapang, ada sejumlah kasus serupa. Pihaknya mengaku, sudah mengirim surat teguran kepada CV untuk segera memperbaiki semasa pemeliharaan, karena tidak diindahkan, maka pihaknya lapor ke polisi. 

“Saya sendiri yang menjadi pelapor kasus ini, tapi sekarang malah menjadi tersangka. Namun saya ikhlas untuk menjalani ini semua, karena ini adalah resiko jabatan,” katanya.

Untuk diketahui, pembangunan RKB SMPN II Ketapang dianggarkan senilai Rp 134 juta. Proyek itu dikerjakan oleh inisial MT dengan meminjam kepada AZ selaku Direktur CV Amor Palapa. AZ diberi uang Rp2,5 juta, setelah berhasil meminjamkan CV. Ditengah perjalanan, ternyata MT masih melemparkan pekerjaan proyek tersebut kepada NR, nilainya pun menjadi kecil yakni hanya Rp75 juta. Namun tetap dikerjakan dan akhirnya bangunan itu roboh dan diproses di meja hijau. (sub/pin).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *