oleh

Restrukturisasi PDAM Sampang Dinilai Gagal Perbaiki Pelayanan Buruk

Kabarmadura.id/Sampang-Kendati sudah merestrukturisasi pegawai di tubuh Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Trunojoyo, Sampang,  namun upaya penyegaran untuk meningkatkan pelayanan itu, hingga kini belum membuahkan hasil yang signifikan. Mengingat, masih banyak warga yang mengeluhkan pelayanan PDAM yang tidak maksimal.

Salah satu pelanggan PDAM Trunojoyo di kawasan Kota Sampang Ahmad mengaku, sampau saat ini tidak ada perubahan dalam hal distribusi, saluran air tetap tidak lancar. Bahkan, kondisi itu sudah terjadi sejak beberapa bulan terakhir, namun tidak kunjung teratasi.

Pihaknya berharap pelayanan PDAM yang merupakan badan usaha milik daerah (BUMD) Sampang tersebut dapat ditingkatkan.

“Pelayanan tetap tidak ada perubahan, air sering mampet dan tidak lancar, tapi tagihannya masih tetap tinggi, padahal pemakaian jelas sudah berkurang, karena airnya tidak lancar,” keluhnya.

Bahkan anggota Komisi II DPRD Sampang Agus Husnul Yakin meragukan proses restrukturisasi yang sudah dilakukan PDAM Trunojoyo. Menurut dia, indikasinya adalah belum adanya peningkatan pelayanan. Hal itu dibuktikan dengan masih banyaknya pelangggan  yang mengeluhkan pelayanan.

Pihaknya berharap kepada struktur managemen yang baru. Selain itu,  ada perubahan pola pikir dan pola kerja.

Kata politisi senior dari Partai Bulan Bintang (PBB) itu, ada banyak sumber air dan tandon yang dikelola PDAM, maka seyogyanya ada penanggung jawab tersendiri, sehingga terjadi kepemimpinan yang berjenjang dengan harapan adanya rasa kepemilikan bersama, kepedulian bersama.

“Kami masih meragukan terkait restrukturisasi ini, karena belum membuahkan hasil, masih terus-terusan dikeluhkan pelanggan, mestinya dalam penempatan orang-orang ini harus berdasarkan kompetensinya, tidak asal-asalan saja, jangan hanya like and dislike, tapi harus professional, sehingga hasilnyapun juga maksimal,” terangnya.

Menurut Agus, langkah utama yang dapat dilakukan menagemen PDAM, adalah ‘mendiagnosa’ permasalah yang ada, lalu kemudian memginventarisasi dan skala prioritas dalam penanganan.

Hal itu, dapat dilakukan secara bertahap, meliputi meterisasi induk, minimalisasi pemyambungan ilegal, meterisasi SR, normalisasi sumber, optimalisasi saluran yang ada serta hal-hal lain yang dianggap tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya.

“Harusnya, direktur PDAM ini, bisa sisipkan atau siapkan kolom pengaduhan masyarakat yang dilakukan secara berkala dan dapat tertangani secara maksimal, jadi semua persoalaan dan keluhan dari pelanggan ini bisa teratasi,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur PDAM Trunojoyo Acmad Fauzan berdalih bahwa pihaknya tidak melakukan pembiaran, akan tetapi terus berupaya meningkatkan pelayanan. Namun pihaknya mengklaim terkendala dengan volume dan tekanan air, sehingga di sebagian wilayah, masih ada yang diberlakukan suplai air kepada pelanggan secara bergantian, karena kondisi air yang tidak memungkinkan.

Untuk restrukturisasi pegawai tersebut, Fauzan menegaskan, sudah dilakukan sejak 1 Januari 2020, sekaligus penguatan kedisiplinan SDM dan evaluasi kinerja perusahaan setiap bulannya, bahkan terus berupaya meningkatkan koordinasi dan sinergitas dengan stakeholder serta komunikasi dengan para palanggan dan masyarakat. Namun, upaya tersebut dinilai belum terbukti meningkatkan pelayana secara signifikan.

“Awal persoalannya ini, di ketersedian air, volume dan tekanan yang tidak memungkinkan, sehingga masih menjadi kendala dalam pemerataan dan maksimalisasi pelayanan kepada masyarakat,” tukasnya. (sub/waw)

Komentar

News Feed