Restu Ibu Sempat Jadi Ganjalan Bek Madura United

  • Whatsapp
(KM/ SAHID MUJTAHIDY) PANTANG MENYERAH: Karir Feri Haryanto Adi Putro sempat ridak berjalan mulus hingga mampu membuktikan lolos dalam seleksi Madura United kelompok usia.

Kabarmadura.id-Kisah menarik terselip dalam proses yang dijalani pemain Madura United U18, Feri Haryanto Adi Putro, dalam meniti karir di sepak bola. Kali pertama Feri mengenal sepak bola diajak guru olahraga saat duduk di bangku sekolah dasar (SD) kelas 4.

Awalnya, pemain yang berposisi sebagai bek tersebut sebatas datang ke latihan guna menyaksikan latihan. Akan tetapi, kebiasaan menonton latihan, membiat rasa ingin ikut berlatih tiba-tiba muncul di hati Feri. Alhasil, dia menabung terlebih dahulu guna memiliki sepatu bola. Lalu, dia bergabung dengan Sekolah Sepak Bola (SSB) PS. Rio Pamekasan.

Bacaan Lainnya

“Dulu waktu saya masih kelas 4 SD, saya diajak guru untuk menyaksikan latihan sepak bola, tapi tidak tahu kenapa, saya ingin latihan, sayangnya tidak punya sepatu bola. Karena tidak sama dengan sepatu yang biasa saya pakai bersekolah. Saya menabung, baru ikut SSB PS. Rio Pamekasan,” cerita Feri kepada Kabar Madura, Rabu (8/4/2020) pagi.

Namun, perjalanan talenta muda asal Jalan Lawangan Daya, Pademawu, Pamekasan ini tidak mulus. Dia harus berjuang mendapatkan restu sang ibu Fadilah. Kata Feri, ibunya tidak merestui lantaran takut terjadi hal yang tidak diinginkan terhadap dirinya.

Tapi, Feri tidak patah arang. Dia terus membujuk, sembari mencuri waktu untuk latihan yang tidak diketahui sang ibu. Alhasil, usahanya berbuah manis ketika dia lolos dalam seleksi Madura United U16 pada tahun 2018. Pasalnya, sang ibu bangga, serta memberikan restu.

“Ibu sempat tidak mengizinkan saya main bola. Tapi saya tetap curi waktu latihan untuk membuktikan tidak akan terjadi apa-apa. Ketika  saya diterima di Madura United, ibu bangga dan mensupport saya,” sambungnya.

Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) 2 Pamekasan ini menjelaskan, kemampuannya kian matang setelah berproses bersama Madura United kelompok usia. Serta, dia juga menuturkan, mental bertandingnya kian kuat setelah mendapatkan kesempatan ikut kompetisi level nasional.

“Bersama Madura United, saya bisa belajar banyak hal. Terima kasih atas kesempatan ini. Selain orang tua bangga, saya juga bisa lebh baik, permainan lebih baik, mental juga,” tandasnya. (idy/nam)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *