Retribusi Pasar Tidak Capai Target, Ungkap RBPK Rp490 Juta Tidak Disetor

(FOTO: KM/ALI WAFA) GAGAL CAPAI TARGET: Disperindag mencatat PAD dari retribusi pasar mencapai Rp2,1 miliar.

KABARMADURA.ID | PAMEKASAN -Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan gagal mencapai target pendapatan asli daerah (PAD) dari retribusi pasar. Dari target sekitar Rp2,4 miliar, tercapai sekitar Rp2,1 miliar atau sekitar 84 persen.

Kepala Bidang (Kabid) Pasar Disperindag Pamekasan Agus Wijaya menuturkan, pihaknya mengelola 12 pasar di Pamekasan: Pasar Kolpajung, Pasar 17 Agustus 1945, Pasar Sore, Pasar, Gurem, Pasar Proppo, Pasar Palengaan, Pasar Galis, Pasar Keppo, Pasar Pakong, Pasar Duko Timur, Pasar Waru, dan Pasar Batu Bintang.

Menurut Agus, pencapaian PAD terkendala oleh berkurangnya penjual dan pembeli di pasar. Pengurangan tersebut disebabkan wabah Covid-19. Sehingga, masyarakat banyak beralih ke pasar online. Namun demikian, dia mengaku retribusi pasar tahun ini tidak akan bocor, sebab pihaknya melakukan evaluasi hasil PAD setiap bulan.

Bacaan Lainnya

Pihaknya akan memberlakukan tapping box untuk seluruh pertokoan di pasar. Namun hal itu masih sebatas rencana. Dia mengaku sudah bekerja sama dengan Bank Jatim untuk memberlakukan retribusi elektronik di Pasar Gurem. Pihaknya juga sedang mendata toko yang bisa diterapkan retribusi elektronik. Kemudian dia mengaku telah bekerja sama dengan BRI untuk program yang sama di Pasar Kolpajung. “Kami masih mendata sekarang,” ucapnya.

Tidak hanya itu, Agus juga menerangkan, mengenai bocornya retribusi pasar pada tahun 2020, dirinya belum menjabat Kabid Pasar. Menurutnya, kebocoran lantaran banyak kantor yang tutup, termasuk kantor Disperindag. Sehingga, pengelola pasar yang tidak menyetorkan PAD. “Kalau berdasar temuan BPK sekitar Rp490 juta yang tidak disetor,” ucapnya.

Reporter: Ali Wafa

Redaktur: Muhammad Aufal Fresky

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.