oleh

Retribusi Penarikan Sampah Hanya Rp 10 Ribu, Masih Ada Toko Belum Rutin Membayar

KABARMADURA.ID, Pamekasan –  Meski retribusi penarikan sampah di Kabupaten Pamekasan hanya Rp10 ribu tiap bulannya, namun masih ada toko yang belum membayarnya secara rutin.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pamekasan Muharram, melalui Bendahara Penerima Persampahan Pendapatan Asli Daerah (PAD) DLH Rudy Satya mengungkapkan, penarikan restribusi sampah di Bumi Gerbang Salam hanya sebesar Rp10 ribu dalam sebulan.

Hal itu sesuai dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 13 Tahun 2012 tentang Jasa Umum. Dalam perda tersebut disebutkan untuk penarikan retribusi sampah dilakukan setiap bulan.

“Meski besaran retribusi hanya Rp10 ribu saja, tapi masih ada beberapa toko yang belum membayar retribusi tersebut,” terangnya, Rabu (5/5/2021).

Pihaknya mengatakan, dari 200 toko yang ada di daerah kota Bumi Gerbang Salam, tidak semua setiap bulannya membayar retribusi secara rutin. Hal itu dikarenakan mereka beralasan selama wabah Covid-19, tidak membuka tokonya setiap hari.

Dijelaskan, target PAD di bidang retribusi sampah tahun 2021 ialah Rp88.700.000.

“Alhamdulillah, PAD kita dibilang retribusi sampah setiap tahunnya terpenuhi,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPRD Pamekasan Ismail menyesalkan dengan masih adanya para pemilik toko yang belum tertib membayar retribusi sampah.

Padahal, ungkapnya, untuk penarikan retribusi sampah di Kabupaten Pamekasan hanya sebesar Rp10 ribu setiap bulannya.

“Ini keterlaluan; masak hanya sebesar Rp10 ribu saja, para toko ini tidak rutin melakukan pembayaran. Padahal, sudah ditarik setip bulan, bukan setiap hari,” imbuhnya.

Reporter: Zubaidi

Redaktur: Anam

Komentar

News Feed