oleh

Revisi APBDes, Rp80 Juta Khusus Penanggulangan Covid-19

KABARMADURA.ID, SUMENEP – Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) bakal diperpanjang menjadi 12 bulan. Sementara besaran bantuan yang akan diterima Rp300 ribu perbulan. Namun tahun ini proses pencairan dipastikan lambat, hal itu karena sebagian pemerintah desa belum memahami tentang perubahan teknis penanggulangan Covid-19.

Kepala Bidang (Kabid) Pemerintah Desa (Pemdes), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep, Supardi menyampaikan, rata-rata desa tidak memahami proses atau rencana penganggarannya. Tahun ini ada perubahan tentang alokasi khusus soal Covid-19.

“Tahun ini BLT-DD bakal cair 12 bulan. Tapi sementara untuk tahapannya desa belum satu pun  yang mencairkan DD,” katanya.

Pihaknya mengakui, untuk teknis proses penganggaran yang kurang dipahami adalah untuk penanggulangan Covid-19. Artinya kerangka belanja untuk bahan-bahan yang dibutuhkan aparatur desa masih kebingungan.

Dia melanjutkan, termasuk salah satu sebab lambatnya proses pencairan, yakni belum mengunggah Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes). Serta laporan APBDes yang tahun 2020. Laporan itu harus discan dan diinput ke sistem aplikasi keuangan desa (Siskeudes).

“Termasuk masih belum satu pun desa mempublikasikan APBDes tahun 2021. Ini yang menjadi tidak mudah. Mestinya saat ini sudah cair,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu Pendamping Desa (PD) Kecamatan Pragaan, Moh Dahlan mengatakan, untuk menganggarkan bahan-bahan yang dibutuhkan untuk penanggulangan Covid-19 saat ini pemdes ada kesulitan. Sehingga butuh bimbingan khusus dalam merubah maupun untuk ketika menerapkan di lapangan.

“Sekitar Rp80 juta kan untuk penanggulangan Covid-19, sedangkan tahun sebelumnya barang-barang itu sudah pernah dibeli. Sehingga ini butuh pendampingan khusus,” paparnya. (ara/mam)

Komentar

News Feed