Revitalisasi KUA Belum Terwujud, Kemenag Sumenep Fokus Penambahan Penghulu

(FOTO: KM/IMAM MAHDI) LAMBAN: Bangunan pelayanan terpadu satu pintu (PTSP) terlihat masih belum dapat difungsikan di KUA Kota di Jalan A. Yani Nomor 467 Sumenep.

KABARMADURA.ID | SUMENEP -Menteri Agama (Kemenag) mencanangkan program revitalisasi Kantor Urusan Agama (KUA) 2021.  Pada pelaksanaanya Kemenag Sumenep masuk pada program tersebut.

Plt Kasi Bimas Islam Kemenag Sumenep Zainurrosi mengutarakan, revitalisasi KUA di Sumenep yang terpilih hanya di KUA Kota. Saat ini masih belum selesai.

“KUA Kota sebagai pelayanan KUA percontohan di Kabupaten Sumenep,” katanya, Rabu (5/01/2021).

Bacaan Lainnya

Dikatakannya, program revitalisasi merupakan upaya Kemenag pusat untuk mewujudkan KUA sebagai pusat layanan keagamaan yang prima, kredibel dan moderat guna meningkatkan kualitas umat beragama.

“Saat ini di KUA Kota Sumenep masih belum selesai, masih pembenahan bangunan,” ujarnya.

Dijelaskan, KUA Kota sudah diberikan bantuan untuk pembangunan pelayanan terpadu satu pintu (PTSP). Saat ini masih proses pembangunan dan masih belum bisa difungsikan.

“Menunggu saja, berbagai proses pasti sudah selesai,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Rosi itu, mangaku masih fokus pada penambahan penghulu. Sehingga pada revitalisasi KUA semakin sempurna. Paling tidak di KUA tersebut maksimal ada 8 penghulu.

Pada program revitalisasi dasar utama pelaksanaannya adalah pemanfaatan teknologi digital dalam berbagai layanan publik. Oleh karena itu, Kemenag ingin mengintegrasikan layanan digital pada layanan KUA.

“Nantinya serba serbi layanan menggunakan teknologi atau digitalisasi,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala KUA Kota Sumenep Moh. Afif mengakui terkait instansinya dijadikan contoh dalam penerapan revitalisasi KUA. Dia mencontohkan, salah satunya yang dilakukan saat ini revitalisasi rehab fisik pembangunan PTSP.

“PTSP belum dimulai masih pembenahan perangkat,” ucapnya.

Ditegaskannya, revitalisasi KUA bukan perbaikan pada infrastruktur dan sarana prasarana saja, tapi semua aspek yang berkaitan dengan pelayanan, mulai dari jenis pelayanan yang diberikan kepada masyarakat, standar pelayanan dan juga sumber daya manusia.

“Dalam hal ini, sedang kami lakukan secara bertahap,” pungkasnya.

Reporter: Imam Mahdi

Redaktur: Mohammad Khairul Umam

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.