oleh

Revitalisasi Pasar Bukan Jaminan Peningkatan PAD

Kabarmadura.id/Sumenep-Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Sumenep mengakui, revitalisasi pasar tradisional tidak serta merta  mampu mendongkrak pendapatan asli daerah (PAD).

Kepala Disperindag  Agus Dwi Saputra menjelaskan, ada sekitar 30 pasar tradisional yang berada di ujung timur Pulau Madura ini, tetapi problem lama tidak kunjung bisa dituntaskan yaitu pemenuhan target pendapatan asli daerah (PAD).

“Itu memang yang sangat sulit teratasi. Pedagang dimintai di atas Rp2.000 saja sudah terkesan sangat kemahalan, dan tentunya kami tidak memaksakan itu,” katanya, kemarin.

Proses pembangunan pasar, termasuk proses renovasi tidak menjadi alasan bagi masyarakat khususnya para pedagang untuk memadati pasar tersebut. Malah dalam proses pembangunan pasar justru menimbulkan persoalan karena proses relokasi yang dianggap mengurangi pendapatan pedagang.

Agus menambahkan, problem tersebut terbukti saat pembangunan lima pasar tahun 2019 kemarin, mulai dari Pasar Lenteng, Pasar Ganding, Pasar Manding Laok, Pasar Marengan, Pasar Batuan yang sampai saat ini masih belum selesai, dan yang terakhir Pembangunan di Kecamatan/Pulau Raas.

“Kalau pasar sudah mulai beroperasi dengan normal, apalagi dari lima pasar tersebut sudah kembali normal kembali, entahlah tahun ini akan mendapatkan PAD sesuai target atau masih belum,” imbuhnya. (ara/pai)

Komentar

News Feed